PELAKSANAAN MAGANG SEMESTER VII (PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI)

Berikut kami sampaikan pengumuman pelaksanaan magang semester VII untuk program studi S1 – Manajemen dan S1 – Akuntansi

Unduh disini

DJKN x FEB UPS Tegal Goes To Campus

Direktorat Jenderal Keuangan Negara bersama dengan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Pancasakti Tegal mengadakan webinar dengan Tema DJKN Goes To Campus “APBN 2021 dan Pengelolaan Barang Milik Negara”.

Acara ini akan diselenggarakan melalui zoom dengan peserta mengisi form pendaftaran melalui link bit.ly/DJKNFEB setelah pendaftaran di link tersebut peserta akan mendapat sebuah link untuk bergabung dengan Grup Whatsapp dimana Link Meeting akan dibagikan.

DJKN Goes To Campus rencananya akan diselenggarakan pada hari Kamis, 09 September 2021 pukul 09.00 WIB – Selesei dengan peserta terbatas hanya sampai 100 Mahasiswa.

Kalender Akademik Gasal TA. 2021/2022

Berikut kami sampaikan informasi kalender akademik gasal tahun ajaran 2021/2022

Unduh disini

Penerima Bantuan Kartu Perdana 2021

Berikut kami sampaikan daftar nama mahasiswa penerima bantuan kartu perdana. Guna keperluan aktifasi Kartu Perdana Mahasiswa penerima bantuan WAJIB membawa

  1. Fotocopy KK
  2. Fotocopy KTP

Unduh Pengumuman

Prodi Bisnis Digital UPS Gelar Pelatihan Online Digital Marketing

Situasi pandemi tak menyurutkan Program Studi Bisnis Digital, Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, untuk menularkan ilmu bermanfaat kepada masyarakat.

Baru-baru ini, mereka menggelar pelatihan online digital marketing secara beruntun yang menyasar para lulusan sekolah menengah atas (SMA). Bahkan, dalam pelaksanaannya, pelatihan tersebut juga diminati kalangan umum.

Pelatihan pertama, Sabtu (14/8) bertajuk ’10 Juta Pertama dari Digital Marketing’, membahas seputar wawasan pekerjaan di dunia digital seperti pengalaman pembicara mendapatkan 10 juta pertamanya dari berbisnis secara digital.

Para peserta, dibekali ilmu dan praktik dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas WhatsApp Business seperti label, mesin penjawab otomatis, katalog produk dan lainnya.

Sedangkan pertemuan kedua, Sabtu (21/8) bertajuk ‘100 Pembeli Pertama dari Google Bisnisku’. Kali ini, para peserta memperoleh ilmu terkait pemanfaatan Google Bisnisku atau Google My Business.

Dengan menggunakan aplikasi tersebut, lokasi dan informasi layanan usaha dapat tertera di Google Map dan mesin pencari Google, sehingga memudahkan calon pembeli untuk mengenali usaha kita.

Bertindak sebagai pembicara utama, Syaakir Ni’am, pendiri lokaz.id dan Digital Marketing Strategist CV Creactiva Tegal, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang digital marketing yang membantu UMKM dalam memasarkan produk dan jasa secara digital.

Adapun moderator pelatihan pertama dipandu oleh Faiz Irsyad dan pelatihan kedua dipandu oleh Muhammad Andi Budianto. Keduanya merupakan dosen tetap Prodi Bisnis Digital UPS Tegal.

“Dengan dua pelatihan ini, diharapkan bisa membekali masyarakat, terutama para lulusan SMA untuk membuka dan memaksimalkan usaha di dunia digital,” ujar ujar Kaprodi Bisnis Digital UPS Tegal, Deddy Prihadi.

Sebab, sambung dia, tidak dipungkiri pada situasi pandemi dan PPKM ini masyarakat perlu beralih memasarkan usaha mereka dalam bentuk digital.

SEMPRO DAN SKRIPSI GELOMBANG 1 & 2

Informasi ini ditujukan bagi Mahasiswa yang akan mengikuti SEMPRO dan SKRIPSI silakan unduh pengumuman berikut

https://drive.google.com/drive/folders/1cBA7U9VragFIf2E984FvN5O4CQMIXKoc?usp=sharing

Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) 2021

Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) 2021 bersama Forum Human Capital Indonesia telah mengumumkan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berhasil lolos untuk magang berikut informasinya

HIMAWEN FEB UPS TEGAL Bersama OJK Tegal Gelar Kompetisi Ekonomi 2021

Kegiatan kompetisi ekonomi oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen yang disponsori oleh OJK tegal. Peserta kompetisi dari eks karesidenan Pekalongan dengan diikuti oleh puluhan sekolah. Kompetisi ini dilaksanakan secara Offline di Grand Dian Tegal.

HIMAWEN FEB (Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen) FEB bekerja sama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menyelenggarakan Kompetisi Ekonomi dengan tema “Improve The Spirit Of Saving And Economic Insight Trought Competosion For A BetterFuture” Yang di selengarakan di Hotel Grand Slawi pada Sabtu (14/8) dengan tetap memperhatikan Protokol kesehatan.

Kompetisi ekonomi diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (himamen) yang diadakan dalam kurun waktu satu minggu ini. Kegiatan ini kerjasama dan sponsor tunggal dengan Otoritas Jasa Keuangan Tegal.

Pada babak final ketua OJK (Bapak Ludi Arlianto ) menyambaikan apresiasi yang tinggi kepada UPS tegal atas kegiatan ini. Acara ini sekaligus sebagai puncak hari indonesia menabung.

Kegiatan ini di hadiri oleh: 1. Bapak Moh. Soleh, S.Sos, SH, M.Si, M,Kn
Asisten Perekonomian dan pembangunan pemerintah daerah kabupaten tegal 2. Bapak Agus Sukoco, SP, M.Si (Kepala Bagian Perekonomian dan pembangunan pemerintah daerah kabupaten tegal) 3. Bapak Dr. Ahmad Hanfan M.M (Wakil Rektor 3 UPS Tegal) 4. Ibu Dr. Dien Noviany Rahmatika SE, MM., AK.CA 5. Bapak Ludy Arlianto (Kepala OJK Tegal) 6 Ibu Yuni Utami SE,MM (Selaku pembina Himamen) 7. Ibu Ratna Riyanti (Pemimpin Bidang pemasaran PT BPR Jawa Tengah Kantor Cabang Tegal) 8. Bapak/Ibu Dewan Juri 9. Peserta Kompek dan Guru pendamping SMA/SMK/MA se Eks Karesidenan Pekalongan
Dekan FEB (Dr.Dien Noviany Rahmatika SE.,MM.,AK.,CA) didampimpi ketua HIMAMEN Nur Aliv Hidayat menyatakan Tujuan kegiatan ini sebagai memberikan edukasi kepada siswa dan mahasiswa tentang literasi keuangan dan manajemen.

Terlebih diera pandemi sekarang ekonomi kita yang sedang terpuruh, siswa diharapkan sebagai generasi penerus yang akan menjadi corong masyarakat tentang edukasi masalah keuangan dan manajemen.

Kedepannya kompetisi ini dihadapkan tidak hanya se karesidenan pekalongan tapi meluas ke jawa tengah
Peserta kompetisi ini diikuti 39 sekolah / tim, setelah memalui beberapa babak penyisihan , yang mengikuti babak terakhir sekaligus penganugrahan hanya 10 tim (40 perserta) yg di selenggarakan di hotel.

Dalam sambutanya DEKAN FEB mengatakan “Saya selaku dekan feb mendukung baik kegiatan Himpunan mahasiswa manajemen yang disupport full oleh OJK. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi tambahan pengetahuan siswa SMA/SMK/MA akan literasi keuangan dan manajemen. Acara ini juga sebagai puncak kegiatan Hari Indonesia menabung.”

Penghargaan :
Juara 1 ( piala + piagam penghargaan + uang tabungan Rp. 1.500.000 )
Juara 2 ( piala + piagam penghargaan + uang tabungan Rp. 1.000.000 )
Juara 3 ( piala + piagam penghargaan + uang tabungan Rp. 750.000 )
Harapan 1 ( piagam penghargaan + uang tabungan Rp.350.000 )
Harapan 2 ( piagam penghargaan + uang tabungan Rp.250.000 ).

Bank Indonesia Mengajar 2021

Bank Indonesia Mengajar merupakan kerjasama antara Bank Indonesia dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal yang diselenggarakan pada tanggal 9 Agustus 2021 pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang dihadiri hampir 500 peserta ini dilaksanakan secara daring ini dimoderatori oleh Dekan FEB Universitas Pancasakti Tegal Ibu Dr. Dien Noviany R.

Selama acara mahasiswa sangat aktif untuk bertanya dan berinteraksi dengan Narasumber. Kegiatannya berlangsung sangat menarik karena didalamnya ada banyak doorprize yang membangkitkan semangat mahasiswa untuk mengikuti acara dari awal hingga akhir.

Terimakasih Bank Indonesia terimakasih Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPS Tegal

Menuju Indonesia sebagai Pusat Produsen Produk Halal Dunia

Oleh: Abdulloh Mubarok(Dosen Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal)

Dalam sambutan tertulis secara virtual yang dibacakan Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Iggi H. Achsien, di acara Opening Ceremony Road to ISEF 8th 2021 (21 Juni 2021), Menteri BUMN Erick Thohir, menyayangkan posisi Indonesia yang hanya menjadi produsen nomor lima di dunia dalam hal produksi produk halal.

Selanjutnya Erick Thohir, yang juga ketua umum MES, menjelaskan Indonesia ditargetkan menjadi produsen produk halal terbesar di dunia pada 2024.

Sebelumnya (17 November 2020), Dinar Standard dan Dubai Islamic Economy Development Center (DIEDC), suatu lembaga riset pemerintahan Uni Emirat Arab, menyerahkan laporan bertajuk The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021 kepada Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.

SGIE melaporkan Indonesia dalam tahun 2020 menduduki peringkat 4 dalam Global Islamic Economy Indicator (negara produsen produk halal terbesar di dunia).

Naik 1 tingkat dibanding tahun 2019 (peringkat 5) dan 6 tingkat pada tahun 2018 (peringkat 10). Dari setiap sektor penilaian, yaitu sektor Makanan, Fesyen, Kosmetik, Farmasi, Pariwisata, Keuangan Perbankan dan Media Rekreasi, Indonesia masuk kategori negara 10 besar dalam masing-masing sektor tersebut.

Tidak berlebihan kiranya jika pemerintah menargetkan Indonesia menjadi produsen produk halal terbesar di dunia pada tahun 2024. Hal ini karena Indonesia memiliki banyak modal yang dapat digerakkan untuk merealisasikan target tersebut.

Mastuki (2021) menyebut paling tidak Indonesia memiliki enam modal halal, yaitu modal religius-demografis, sosio-kultural, usaha dan dunia industri, ekonomi, regulasi dan dukungan politik dan kerja sama bilateral-multilateral. Secara demografis, terdapat 209,1 juta jiwa atau 87,2 persen total penduduk Indonesia beragama Islam.

Jumlah ini sama dengan 13,1 persen populasi muslim di dunia. Besarnya penduduk muslim ini tentunya berkorelasi dengan kebutuhan konsumsi dan pemakaian produk halal. Secara sosio-kultural, di tengah-tengah masyarakat telah tumbuh kreativitas dalam menghasilkan aneka produk halal, seperti kuliner khas daerah.

Di masyarakat juga muncul trend gaya hidup halal yang tentunya berkaitan denga produk halal. Dari sisi industri, data menunjukkan jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) Indonesia telah mencapai 62 juta. Dari aspek ekonomi, terjadi pertumbuhan market share perbankan syariah.

Tercatat per Januari 2021 market share perbankan syariah ada di level 6,55%. Dari segi regulasi, sudah terbit undang undang No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Adapun dari segi modal hubungan bilateral dan multilateral, Indonesia telah berperan aktif di berbagai kerja sama seperti WTO, IMT-GT dan SMIIC. Kerja sama ini membuka potensi ekspor Indonesia yang semakin luas.

Agar dapat memenuhi target menjadi produsen produk halal terbesar di dunia, maka modal halal tersebut perlu digerakkan dan direalisasikan. Misalnya terkait UMKM (aspek industri), perlu diarahkan bukan hanya menjadi produsen produk lokal tetapi menjadi produsen yang produknya dapat menembus pasar global.

Terkait hal ini, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyarankan 4 hal, pertama mengakselerasi sertifikasi halal produk buatan Indonesia. Kedua, mengembangkan ekosistem pelaku usaha melalui integrasi antar unit usaha kelompok kecil, unit menengah, dan unit besar (industri). Ketiga, mengembangkan beberapa sektor produk terutama lima produk unggulan Indonesia, yaitu makanan, fesyen, kosmetik, wisata halal, dan energi terbarukan.

Keempat, pemasaran, baik melalui kampanye gaya hidup halal, seminar, pameran hingga penggunaan platform digital.

Langkah lain dalam mewujudkan Indonesia sebagai produsen produk halal terbesar dunia adalah memperkuat industri halal melalui pembentukan Kawasan Industri Halal (KIH) dan zona-zona halal dalam kawasan industri yang sudah ada.

Saat ini sudah ada dua kawasan industri halal yang sudah di proses Kementerian Perindustrian yaitu Modern Cikande Industrial Estate di Serang Banten, dan SAFE n LOCK Halal Industrial Park di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.

Sedangkan kawasan industri lain yang sedang disiapkan menjadi KIH, antara lain Kawasan Industri Bintan Inti (Bintan-Kepri), Kawasan Industri Batamindo (Batam-Kepri), Kawasan Industri Jakarta Pulogadung (DKI Jakarta), dan Kawasan Industri Surya Borneo (Kalimantan Tengah).

Terdapat beberapa tantangan dalam proses pengembangan industri halal nasional yang perlu diatasi agar target pemerintah di atas tercapai.

Ada tiga aspek tantangan, sebagaimana dijelaskan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yaitu aspek produksi, konsumsi dan ekosistem. Pada aspek produksi, tantanganya antara lain pemanfaatan potensi sumber daya alam (SDA) belum optimal, proses produksi belum efisien, daya saing industri belum kompetitif, dan literasi produsen terhadap halal rendah.

Pada aspek konsumsi, tantangannya meliputi literasi masyarakat yang masih rendah terhadap produk non halal dan turunannya.

Sedangkan, pada aspek ekosistem, tantangannya adalah regulasi halal yang belum lengkap, infrastruktur dan riset halal yang masih tertinggal.