SIT IN PROGRAM 2022 FEB UPS

Daftar mahasiswa sit in program fakultas ekonomi dan bisnis universitas pancasakti tegal

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal (FEB UPS) melaksanakan Sit In Program 2022 bekerjasama dengan KUI (Kantor Urusan Internasional) dan Obour High Institute For Management and Informatics. Sit In Program kali ini dihadiri oleh 20 (dua puluh) mahasiswa dari Obour High Institute for Management and Informatics.

Adapun nama – nama yang mengikuti sit in program tahun ini adalah;

  1. Mohammed Hussein
  2. Mahmoud El Saeid
  3. Saad Sherif
  4. Husin Salah Al_deen
  5. Ahmed Asharf
  6. Razan kotaifani
  7. Noha Bahgat
  8. naira Mohamed
  9. Mohamed Alaeraqiu
  10. Mohamed reda
  11. Marian Fayek
  12. Sara Fawzy
  13. Aya Mohammed
  14. Wessam Mohamed
  15. Abeer Ahmed
  16. Kholoud Waheed
  17. Rana Abd Alaziz
  18. Haneen Zyadah
  19. Reham hemdan
  20. Maha Mahmud

Ke-dua puluh mahasiswa tersebut rencananya akan mengikuti perkuliahan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal.

Internasionalisasi merupakan salah satu indikator Universitas yang unggul. selain Sit In program lain dalam rangka internasionalisasi adalah dengan adanya kredit transfer dan PPL di luar negeri. Berita terkait dapat dilihat pada https://upstegal.ac.id/berita/rektor-lepas-tiga-mahaiswa-fkip-kegiatan-ppl-international-ke-thailand .

Deddy-team

Transformasi Digital Perbankan: Euforia Allo Festifal (Radar Tegal)

Penulis : Deddy Prihadi, SE., M.Kom.

Tanggal Rilis: 17 Juni 2022 – Radar Tegal

Judul : Transformasi Digital Perbankan: Euforia Allo Festival
Jabatan : Kaprodi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal

Belajar Demokrasi Tanpa Politik Uang

FEB jadi Rujukan Pendirian Prodi Bisnis Digital

Kamis, 9 Juni 2022 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal mendapat kunjungan dari Universitas 17 Agustus(Untag) Kota Semarang. Pada acara tersebut hadir kepala LLDIKTI wilayah 6 Bapak Bhimo Widia Andoko, SH.MH bersama jajaran.
Kunjungan dari Universitas 17 Agustus Semarang dalam rencana persiapan pendirian Program studi Bisnis Digital, dimana FEB UPS Tegal telah sukses mendirikan program Bisnis Digital.

Dalam acara tersebut disambut hangat Yayasan Pendidikan Pancasakti, Rektor Universitas Pancasakti Tegal dan jajaran dekanat dan struktural program studi FEB UPS Tegal. Dalam kunjungan tersebut harapan bisa akan terus bersinergi dan menguatkan kerja sama kedua belah pihak.

Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) melakukan studi banding terkait pendirian Program Studi Bisnis Digital. UNTAG yang berencana mendirikan Program Studi Bisnis Digital didampingi oleh LLDIKTI IV melakukan studi banding di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal (FEB UPS), Studi banding ini dilakukan pada tanggal 9 Juni 2022 dengan dihadiri oleh LLDIKTI IV, UNTAG, Ketua Yayasan Pendidikan Pancasakti, Rektor Universitas Pancasakti Tegal, dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPS,

Adapun diskusi yang berjalan membahas tentang pendirian Program Studi baru yaitu Bisnis Digital.

Program Studi Bisnis Digital sendiri merupakan rumpun ilmu yang mempelajari ilmu ekonomi dipadukan dengan ilmu komputer, hal ini diwujudkan dalam bentuk mata kuliah ilmu komputer seperti algoritma dan pemrograman, Logika dan Algoritma Komputer dan lain sebagainya kurikulum lebih lengkap dapat dilihat pada link berikut https://feb.upstegal.ac.id/bisnis-digital/ .

Saat ini program studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal telah terakreditasi di BAN-PT dengan visi dan misi sebagai berikut

Visi

Program Studi Bisnis Digital yang mampu menghasilkan lulusan yang unggul di bidang literasi digital bisnis, berjiwa Digitalpreneur dan berwawasan global pada tahun 2028.

Misi

1. Menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memenuhi standar dibidang bisnis digital untuk menghasilkan tenaga profesional dan memiliki kompetensi serta lulusan yang berkualitas kerja yang disyaratkan pada tahun 2028. 2. Menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan, pelaku usaha (UMKM) dan industri digital bisnis serta menerapkan manajemen pendidikan tinggi yang efektif dan efisien. 3. Selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disesuaikan dengan kompetensi dan menumbuh kembangkan jiwa Digitalpreneur serta etika profesional.

ACCOUNTING COMPETITION (ACTION) TINGKAT SMA/SMK/MA SE-KARESIDENAN PEKALONGAN TAHUN 2022

”SHOW YOUR ACTION, SKILL AND BECOME A COMPETENT YOUNG ACCOUNTANT”

Rabu, 18 Mei 2022 Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HIMASI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal menyelenggarakan kegiatan ACTION (Accounting Competition) Tingkat SMA/SMK/MA Se-Karesidenan Pekalongan. Acara ini diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari 9 Sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan dan semua panitia, tamu undangan, peserta dan pendamping telah melakukan vaksinasi dosis ke-2 dan swab antigen demi kelancaran kegiatan ACTION ini.

Acara dimulai dengan pembukaan dari MC dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Sulistiani. Kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua pelaksana yaitu Afnika Rahma Fatkhiza. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama yaitu sambutan dari Putri Indah Febrianasari selaku ketua HIMASI, dilanjutkan dengan sambutan kedua dari Nahdyatul Izzati selaku ketua BEM FEB UPS Tegal, dilanjutkan oleh Bapak Abdulloh Mubarok, S.E., M.M., Akt, selaku kaprodi Akuntansi FEB UPS Tegal, dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala bidang P2PNF (Pendidikan Paud dan Pendidikan Non Formal) Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Tegal Ibu Dewi Umaroh, S. Psi., M. H. , dan sambutan terakhir sekaligus simbolis pembukaan ACTION (Accounting Competition) oleh Ibu Dr. Dien Noviany Rahmatika, S.E., M.M., AK., CA., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPS Tegal.

Acara dilanjutkan dengan Babak I, yaitu FIRST ROUND-THINKING OUT LOAD, peserta diminta untuk mengerjakan soal pilihan ganda. Dari Babak I, 20 Peserta terbaik akan lolos untuk melanjutkan ke Babak Penyisihan II (SECOND ROUND-ANSWER ME IF YOU CAN). Dari Babak II, setiap peserta akan mengerjakan soal essay dan diberi waktu 45 menit untuk mengerjakannya. Pada Babak II akan diambil 6 peserta yang terdiri dari 3 peserta SMA/MA dan 3 peserta SMK untuk melanjutkan ke Babak terakhir yaitu MAIN ROUND. Juri pada babak ini yaitu Bapak Aminul Fajri, S.E. M.Si., Ibu Dr. Dewi Indriasih  SE., MM., dan Ibu Yanti Puji Astutie, S.E., M.Si., CMA. Babak terakhir ini terdiri dari 3 bagian, yaitu ada soal wajib, soal lemparan, dan soal rebutan.
Acara selanjutnya yaitu pengumuman tim yang menang sekaligus penutupan acara, dimulai dengan ucapan terima kasih dari pihak juri, kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang.

Berikut

 NamaAsal sekolah
Juara 1 Tingkat SMA/MAIanatul KhusnaMA Nurul Huda Mereng
Juara 2 Tingkat SMA/MALeida HanifaSMA Al-Hikmah 2 Sirampog
Juara 3 Tingkat SMA/MALisa AmaliaMA Nurul Huda Mereng
Juara 1 Tingkat SMKIntan PandiniSMK N 1 Slawi
Juara 2 Tingkat SMKLutfi Nawa SalsabilaSMK N 1 Slawi
Juara 3 Tingkat SMKAisyah MaylafazaSMK N 1 Slawi
Juara UmumSMK N 1 Slawi

IHTIKAR: Pelaku Untung Besar, Masyarakat Semakin Susah

SINARPAGINEWS.COM, TEGAL – Masih belum hilang diingatan kita kasus langkanya minyak goreng di Indonesia. Di Februari-Maret 2022 lalu media masa, baik media cetak, TV atau online tidak pernah sepi memberitakan kasus penimbunan minyak goreng. Pada 22 Februari 2022, misalnya, media online Katadata.co.id memberitakan bahwa Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menemukan adanya kelangkaan minyak goreng di banyak daerah di Indonesia. Ombudsman menemukan beberapa praktik ilegal, salah satunya dugaan penimbunan minyak goreng oleh oknum suatu agen distributor. Dari 311 titik pasar maupun ritel di 34 provinsi, 77,78% titik menyediakan minyak goreng dengan terbatas. Tingkat kelangkaan tertinggi adalah ritel modern, yaitu 23,08%, sementara tingkat kelangkaan terendah ada di pasar tradisional, yaitu sebesar 16%. Kelangkaan ini menyebabkan banyak masyarakat rela mengantri guna mendapatkan minyak goreng. Kita bisa membaca berita bahwa hampir setiap daerah, masyarakat antri membeli minyak goreng subsidi dari pemerintah. 

Terkait harga, pada 1 Februari 2022 pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng sebagai berikut: Minyak goreng curah Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter. Ketetapan HET ini berbeda dengan periode sebelumnya yang dipukul rata di angka Rp 14.000 per liter. Namun faktanya harga minyak goreng jauh melebihi HET tersebut.

 Kementerian Perdagangan, misalnya, per 22/3/2022 mencatat harga minyak goreng curah di tingkat eceran menembus Rp17.900 per liter atau naik 12,58 persen secara bulanan. Sementara itu, harga minyak goreng kemasan mencapai Rp25.000 per liter atau naik 44,51 persen jika dibandingkan dengan posisi bulan lalu. Akhirnya terhitung mulai 16 Maret 2022, pemerintah mencabut ketentuan HET di atas dan harga minyak goreng kemasan diserahkan sesuai mekanisme pasar. Adapun minyak goreng curah masih diatur harganya yaitu Rp14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram. Tapi anehnya setelah pencabutan HET, stock minyak goreng di pasar melimpah dengan harga melambung tinggi pada kisaran Rp23.000 sampai dengan Rp25.000 perkilogram.

Penimbunan barang dalam Syariat Islam dikenal dengan istilah Ihtikar. Ihtikar berasal dari bahasa Arab yang artinya menahan. Adapun secara terminologis artinya membeli barang, terutama kebutuhan pokok, kemudian menyimpan dan menahannya dengan maksud agar harganya naik akibat berkurangnya jumlah barang tersebut di pasar. Ketika harga naik, barang tersebut dikeluarkan dan dijual sehingga penjual mendapatkan keuntungan maksimal. Syariat Islam melarang praktik Ihktikar. Hal ini antara lain didasarkan pada dua hadist Nabi SAW. Pertama Hadist Riwayat Muslim dari Ma’mar bin Abdullah, dimana Rasulullah bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan penimbunan melainkan dia adalah pendosa.”

 Kedua, Hadist Riwayat Hakim dari Al-Qasim bin Yazid dari Abu Umamah, dimana SAW berkata, “Rasulullah melarang penimbunan bahan makanan”. Imam An-Nawawi menjelaskan lanjut bahwa penimbunan yang haram adalah memborong bahan makanan saat harga barang tersebut mahal, dan tujuannya adalah untuk dijual kembali. Akan tetapi, ternyata orang tersebut tidak langsung menjual barang yang telah dia borong, namun barang tersebut dia simpan supaya harganya menjadi semakin mahal. Hasan (2020) lebih jauh menjelaskan suatu tindakan dikatakan ihtikar apabila memenuhi tiga syarat; pertama, barang yang ditimbun dilakukan secara berlebihan; kedua, orang yang melakukan penimbunan didorong niat menunggu harga barang tinggi; dan ketiga penimbunan dilakukan di saat krisis bahan pokok. 

Islam melarang praktik ihtikar karena memiliki dampak negatif besar. Dari sisi ekonomi, praktik ihtikar menyebabkan ketidakadilan distribusi keuantungan, di mana produsen mendapatkan keuntungan sangat besar sementara konsumen menderita kerugian karena produsen mengambil keuntungan di atas harga yang seharusnya. Praktek ihtikar juga menyebabkan tidak tercapainya mekanisme pasar secara alamiah. Hal ini karena produsen dapat menjual dengan harga yang lebih tinggi dari harga normal. Dari sisi etika, Praktek ihtikar masuk dalam tindakan tidak bermoral, karena menimbulkan banyak kesusahan dan kerugian bagi masyarakat luas.(***). 

Oleh: Adis Salsabila

Mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB Universitas Pancasakti Tegal.

Sumber : https://sinarpaginews.com/pendidikan/51202/ihtikar-pelaku-untung-besar-masyarakat-semakin-susah.html

Analisis Argumentasi yang Mendasari Hukum Praktik Jual Beli Rokok

Oleh: Adifa Armelia Eka Putri

Mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB UPS Tegal

Ada perbedaan pandangan terkait hukum praktik jual beli rokok, khususnya diantara tiga organisasi Islam di Indonesia, yaitu Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pandangan NU terhadap hukum rokok adalah makruh tanzih, yaitu makruh yang mendekati pada kebolehan.

Menurut NU praktik jual beli rokok tidak serta merta langsung dihukumi makruh yang mendekati keharaman. Ada berbagai pertimbangan yang dijadikan landasan untuk menghukumi makruh tersebut. Diantara adalah tidak adanya satu dalil, baik dalam Al-Quran maupun Al-Hadist yang secara langsung mengharamkan rokok, juga tidak ada illat yang jelas dan kuat atas pengharaman tersebut. 

Berbeda dengan NU, Pandangan Muhammadiyah secara umum mengaharamkan praktik jual beli rokok. Organisasi ini menggunakan beberapa alasan yang berlandaskan pada dalil-dalil Al-Quran dan As-Sunnah dalam menghukumi keharaman rokok. Diantaranya ayat QS. An-Nisa’ (4: 29: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. Juga ayat QS. Al-Baqarah (2:195): “… Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, …”. Adapun dalil dari As-Sunnah antara lain hadist riwayat Ibnu Majah, Ahmad, dan Malik yang berbunyi “Tidak ada bahaya terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain” 

Adapun MUI menfatwakan hukum rokok adalah “dilarang” antara haram dan makruh. Merokok diharamkan bagi anak-anak, ibu hamil dan merokok di tempat-tempat umum. MUI memutuskan hukum rokok ini dengan alasan rokok banyak memiliki dampak yang berbahaya. Jika menghisapnya, baik perokok aktif maupun perokok pasif, akan mendapatkan bahaya dari asap rokok. Dampak dari merokok tidak hanya dari kesehatan tetapi juga kepada ekonomi dan lingkungan sekitar.

Dengan merokok berarti sudah melakukan menganiaya diri atau membahayakan diri sendiri kejalan kerusakan. Sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Quran dan Hadist Nabi yang melarang umat manusia membahayakan dan menganiaya diri. Dan didukung oleh kaidah Fiqih “kemudharatan harus dihilangkan”, dan “tidak boleh membuat mudharat kepada diri sendiri dan membuat kemudharatan pada orang lain’. Serta menjual belikan rokok sama halnya dengan membuat orang yang mengkonsumsi menjatuhkan diri dalam bahaya atau menganiaya diri, maka ditutup jalan menuju bahaya tersebut dengan menggunakan saddu aldzariah yaitu menutup jalan menuju bahaya.

Hukum menggunakan uang hasil jual beli rokok adalah haram apabil dijual kepada anak-anak, wanita hamil serta kepada orang dewasa yang melakukan aktifitas merokok ditempat umum. Dengan alasn rokok/barang yang diperjual belikan merupakan salah satu yang membahayakan kesehatan.

Hukum menggunakan uang hasil jual beli rokok diaalogikan dengan hukum khamar karena akibat atau dampak yang ditimbulkan oleh rokok tersebut. Dikarenakan hukum menggunakan uang hasil jual beli rokok dapat diqiyaskan dengan hukum menggunakan uang hasil jual beli khamar/miras yang terdapat dalam Hadist Nabi Muhammad SAW, yaitu 10 macam golongan yang dilaknat oleh Rasulullah yang berhubungan dengan khamar.

Jual beli rokok dalam hukum ekonomi syariah adalah berkenan dengan harta pula. Dalam Al-Quran dijelaskan larangan-larangan yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi, yang meliputi produksi, distribusi dan konsumsi harta seperti dalam Q.S. Al-Isra (17:26). Mengkonsumsi rokok berdampak buruk bagi kesehatan dan keuangan. Sesuatu dihukumi terlarang apabila menimbulkan dharar, jika hanya menimbulkan manfaat maka hukumnya mubah, dan jika antara manfaat dan mudharatnya sama maka menjaganya lebih baik daripada mengobati.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum merokok merupakan perbuatan yang dilarang karena bertentangan dengan konsep Maqasid Syariah, khususnya bertentangan dengan perlindungan akal, jiwa, dan harta. Dengan demikian segala sesuatunya dilihat dari persepektif kesejahteraan umat manusia, apa yang merugikan dan apa yang dapat dikonfirmasikan, dan membelanjakan harta untuk rokok termasuk dalam kategori pemborosan (tabdzir) yang sangat dicela oleh islam. 

Bila rokok hukumnya haram, maka haram pula membuat, menyimpannya dan harga jual belinya. Menjual rokok merupakan perbuatan maksiat, sedangkan rezeki dari Allah SWT tidak dapat diperoleh dengan cara maksiat. Merokok tidak saja memberikan madharat bagi pelakunya, tetapi juga bagi orang-orang lain di sekitarnya.(***) 

Sumber : https://sinarpaginews.com/pendidikan/51119/analisis-argumentasi-yang-mendasari-hukum-praktik-jual-beli-rokok.html

MoU dan MoA antara FEB UPS dengan UPGRIS

Kerja sama antar perguruan tinggi terus ditingkatan Kerja sama antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal dengan FEB Universitas PGRI Semarang menjalankan Tridharma perguruan Tinggi khususnya kegiatan MBKM.

Penandatanganan kerja sama di laksanakan hari Rabu, 20 April 2022 bertempat Universitas PGRI Semarang.

Model Bisnis Syariah

Oleh: Baihaqi Fanani

Dosen Tetap Program Studi Akuntansi FEB Universitas Pancasakti Tegal

Model bisnis Raharja (2021) mengartikan model bisnis sebagai rencana menyeluruh yang dibuat perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari penjualan jasa atau produk. Di dalamnya termasuk rencana perusahaan untuk menghasilkan produk atau jasa dan memasarkannya serta gambaran keuntungan yang hendak dicapai. Ada beberapa model bisnis yang sudah dikenal di masyarakat antara lain manufaktur, distributor, retail dan waralaba (franchise). Model bisnis manufaktur boleh dikata merupakan model bisnis tertua.

Model ini memasarkan suatu produk yang diperoleh melalui kegiatan proses produksi. Model bisnis distributor dilakukan dengan membeli produk secara langsung dari pabrikan kemudian menjualnya kepada konsumen. Model bisnis retail dilakukan dengan cara membeli produk dari distributor (grosir) kemudian menjualnya kepada konsumen. Model bisnis ini biasanya menggunakan lokasi fisik untuk barang yang akan dijual seperti gerai atau toko. 

Sementara model bisnis waralaba dilakukan dengan memanfaatkan hak kekayaan intelektual seperti merk, produk, dan sistem operasional milik pihak lain sesuai kesepakatan. Disamping empat model bisnis di atas, sekarang berkembang model bisnis mendasarkan teknologi internet yang dapat memperluas jangkauan produk di pasaran. Beberapa contoh model bisnis tersebut antara lain subscription (berlangganan), crowdsourcing, marketplace, dropship, data selling dan affiliate marketing.

Bisnis syariah. Bisnis syariah merupakan sebuah usaha atau kegiatan menciptakan produk atau jasa untuk dijual guna menghasilkan keuntungan dengan mendasarkan prinsip-prinsip syariah Islam (Al-Qur’an dan As-Sunnah). Ciri-Ciri Bisnis Syariah menurut Muhammad Syafi’i Antonio antara lain pertama, produk dan Jasa yang ditawarkan tidak dilarang syariat Islam. Contoh produk yang dilarang antara lain binatang babi, bangkai, darah dan lain-lain. Kedua, terhindar dari cara-cara yang dilarang oleh ketentuan syariat seperti perjudian (maysir), riba dan ketidakjelasan (gharar). 

Keempat ada ijab qabul antara dua pihak yang melakukan transaksi termasuk kesepakatan akad transaksi. Kelima, adil, termasuk saling ridho, suka sama suka dan tidak ada yang dirugikan. Terkait orientasi bisnis syariah, Yusanto dan Widjajakusuma (2002), dalam Huda (2016) menjelaskan ada empat orientasi utama bisnis syariah, yaitu target hasil berupa profit materi dan benefit-non materi, pertumbuhan, keberlangsungan, dan keberkahan.

Target hasil profit materi dan benefit-non materi artinya bahwa bisnis bukan hanya berorientasi keuntungan materi semata, tetapi keuntungan non materi seperti terciptanya suasana persaudaraan, kepedulian sosial dan sebagainya. Adapun orientasi pertumbuhan, keberlangsungan, dan keberkahan diartikan bahwa perusahaan harus berupaya meningkatkan pertumbuhan usaha.

 Selanjutnya apa yang sudah dicapai terus dipertahankan keberlangsungannya yang pada akhirnya memberikan keberkahan kepada semua pihak yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan. Terjadi perkembangan bisnis syariah yang menggembirakan di Indonesia. Ini ditandai dengan bermunculan entitas berlabel syariah seperti bank syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, BMT dan lain-lain.

Model Bisnis Syariah. Bisnis, sebagaimana ekonomi, dalam syariat Islam merupakan salah satu bidang pembahasan muamalah. Muamalah merupakan ketentuan terkait interaksi yang menyangkut hubungan antara manusia dengan manusia lainnya. Ketentuan muamalah secara umum mengikuti kaidah Fiqih yang menyatakan “Suatu perkara muamalat pada dasarnya boleh dijalankan kecuali ada bukti larangan dari sumber agama (Al-Qur’an dan As Sunnah)”. 

Kaidah ini menjelaskan praktik bisnis, termasuk model bisnis yang berkembang sekarang, boleh diterapkan selama dalam ayat al-Qura’an dan As Sunnah tidak melarang praktik penerapan model tersebut. Mengikuti ketentuan OJK terkait penentuan saham yang masuk DES, model bisnis yang dilarang adalah model bisnis dari perusahaan yang melakukan kegiatan perjudian dan permainan yang tergolong judi, jasa keuangan ribawi, jual beli resiko yang mengandung unsur ketidakpastian dan/atau judi dan memproduksi, mendistribusikan dan memperdagangkan dan/atau menyediakan barang atau jasa haram, merusak moral dan bertentangan dengan prinsip syariah. 

Selain itu utang berbasis bunga dibanding total lebih dari 45%. Kemudian total pendapatan non halal dibanding total pendapatanya melebihi 10%. Jika ada perusahaan yang menerapkan model bisnis di atas tetapi melakukan kegiatan dan memiliki kondisi tersebut maka perusahaan tersebut, meskipun menerapan model-model bisnis di atas tidak digolongkan sebagai perusahaan syariah.(***). 

Sumber : https://sinarpaginews.com/pendidikan/51120/model-bisnis-syariah.html