FGD MBKM FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UPS TEGAL dengan MITRA

FGD MBKM FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UPS TEGAL bersama MITRA dengan tema “Menghasilkan Efitable Graduates melalui Implementasi Kurikulum MBKM” menghadirkan alumni dan mitra dari Sinarmas Sekuritas dan BNI46

DJKN x FEB UPS Tegal Goes To Campus

Direktorat Jenderal Keuangan Negara bersama dengan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Pancasakti Tegal mengadakan webinar dengan Tema DJKN Goes To Campus “APBN 2021 dan Pengelolaan Barang Milik Negara”.

Acara ini akan diselenggarakan melalui zoom dengan peserta mengisi form pendaftaran melalui link bit.ly/DJKNFEB setelah pendaftaran di link tersebut peserta akan mendapat sebuah link untuk bergabung dengan Grup Whatsapp dimana Link Meeting akan dibagikan.

DJKN Goes To Campus rencananya akan diselenggarakan pada hari Kamis, 09 September 2021 pukul 09.00 WIB – Selesei dengan peserta terbatas hanya sampai 100 Mahasiswa.

Prodi Bisnis Digital UPS Gelar Pelatihan Online Digital Marketing

Situasi pandemi tak menyurutkan Program Studi Bisnis Digital, Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, untuk menularkan ilmu bermanfaat kepada masyarakat.

Baru-baru ini, mereka menggelar pelatihan online digital marketing secara beruntun yang menyasar para lulusan sekolah menengah atas (SMA). Bahkan, dalam pelaksanaannya, pelatihan tersebut juga diminati kalangan umum.

Pelatihan pertama, Sabtu (14/8) bertajuk ’10 Juta Pertama dari Digital Marketing’, membahas seputar wawasan pekerjaan di dunia digital seperti pengalaman pembicara mendapatkan 10 juta pertamanya dari berbisnis secara digital.

Para peserta, dibekali ilmu dan praktik dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas WhatsApp Business seperti label, mesin penjawab otomatis, katalog produk dan lainnya.

Sedangkan pertemuan kedua, Sabtu (21/8) bertajuk ‘100 Pembeli Pertama dari Google Bisnisku’. Kali ini, para peserta memperoleh ilmu terkait pemanfaatan Google Bisnisku atau Google My Business.

Dengan menggunakan aplikasi tersebut, lokasi dan informasi layanan usaha dapat tertera di Google Map dan mesin pencari Google, sehingga memudahkan calon pembeli untuk mengenali usaha kita.

Bertindak sebagai pembicara utama, Syaakir Ni’am, pendiri lokaz.id dan Digital Marketing Strategist CV Creactiva Tegal, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang digital marketing yang membantu UMKM dalam memasarkan produk dan jasa secara digital.

Adapun moderator pelatihan pertama dipandu oleh Faiz Irsyad dan pelatihan kedua dipandu oleh Muhammad Andi Budianto. Keduanya merupakan dosen tetap Prodi Bisnis Digital UPS Tegal.

“Dengan dua pelatihan ini, diharapkan bisa membekali masyarakat, terutama para lulusan SMA untuk membuka dan memaksimalkan usaha di dunia digital,” ujar ujar Kaprodi Bisnis Digital UPS Tegal, Deddy Prihadi.

Sebab, sambung dia, tidak dipungkiri pada situasi pandemi dan PPKM ini masyarakat perlu beralih memasarkan usaha mereka dalam bentuk digital.

Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) 2021

Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) 2021 bersama Forum Human Capital Indonesia telah mengumumkan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berhasil lolos untuk magang berikut informasinya

HIMAWEN FEB UPS TEGAL Bersama OJK Tegal Gelar Kompetisi Ekonomi 2021

Kegiatan kompetisi ekonomi oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen yang disponsori oleh OJK tegal. Peserta kompetisi dari eks karesidenan Pekalongan dengan diikuti oleh puluhan sekolah. Kompetisi ini dilaksanakan secara Offline di Grand Dian Tegal.

HIMAWEN FEB (Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen) FEB bekerja sama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menyelenggarakan Kompetisi Ekonomi dengan tema “Improve The Spirit Of Saving And Economic Insight Trought Competosion For A BetterFuture” Yang di selengarakan di Hotel Grand Slawi pada Sabtu (14/8) dengan tetap memperhatikan Protokol kesehatan.

Kompetisi ekonomi diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (himamen) yang diadakan dalam kurun waktu satu minggu ini. Kegiatan ini kerjasama dan sponsor tunggal dengan Otoritas Jasa Keuangan Tegal.

Pada babak final ketua OJK (Bapak Ludi Arlianto ) menyambaikan apresiasi yang tinggi kepada UPS tegal atas kegiatan ini. Acara ini sekaligus sebagai puncak hari indonesia menabung.

Kegiatan ini di hadiri oleh: 1. Bapak Moh. Soleh, S.Sos, SH, M.Si, M,Kn
Asisten Perekonomian dan pembangunan pemerintah daerah kabupaten tegal 2. Bapak Agus Sukoco, SP, M.Si (Kepala Bagian Perekonomian dan pembangunan pemerintah daerah kabupaten tegal) 3. Bapak Dr. Ahmad Hanfan M.M (Wakil Rektor 3 UPS Tegal) 4. Ibu Dr. Dien Noviany Rahmatika SE, MM., AK.CA 5. Bapak Ludy Arlianto (Kepala OJK Tegal) 6 Ibu Yuni Utami SE,MM (Selaku pembina Himamen) 7. Ibu Ratna Riyanti (Pemimpin Bidang pemasaran PT BPR Jawa Tengah Kantor Cabang Tegal) 8. Bapak/Ibu Dewan Juri 9. Peserta Kompek dan Guru pendamping SMA/SMK/MA se Eks Karesidenan Pekalongan
Dekan FEB (Dr.Dien Noviany Rahmatika SE.,MM.,AK.,CA) didampimpi ketua HIMAMEN Nur Aliv Hidayat menyatakan Tujuan kegiatan ini sebagai memberikan edukasi kepada siswa dan mahasiswa tentang literasi keuangan dan manajemen.

Terlebih diera pandemi sekarang ekonomi kita yang sedang terpuruh, siswa diharapkan sebagai generasi penerus yang akan menjadi corong masyarakat tentang edukasi masalah keuangan dan manajemen.

Kedepannya kompetisi ini dihadapkan tidak hanya se karesidenan pekalongan tapi meluas ke jawa tengah
Peserta kompetisi ini diikuti 39 sekolah / tim, setelah memalui beberapa babak penyisihan , yang mengikuti babak terakhir sekaligus penganugrahan hanya 10 tim (40 perserta) yg di selenggarakan di hotel.

Dalam sambutanya DEKAN FEB mengatakan “Saya selaku dekan feb mendukung baik kegiatan Himpunan mahasiswa manajemen yang disupport full oleh OJK. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi tambahan pengetahuan siswa SMA/SMK/MA akan literasi keuangan dan manajemen. Acara ini juga sebagai puncak kegiatan Hari Indonesia menabung.”

Penghargaan :
Juara 1 ( piala + piagam penghargaan + uang tabungan Rp. 1.500.000 )
Juara 2 ( piala + piagam penghargaan + uang tabungan Rp. 1.000.000 )
Juara 3 ( piala + piagam penghargaan + uang tabungan Rp. 750.000 )
Harapan 1 ( piagam penghargaan + uang tabungan Rp.350.000 )
Harapan 2 ( piagam penghargaan + uang tabungan Rp.250.000 ).

Bank Indonesia Mengajar 2021

Bank Indonesia Mengajar merupakan kerjasama antara Bank Indonesia dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal yang diselenggarakan pada tanggal 9 Agustus 2021 pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang dihadiri hampir 500 peserta ini dilaksanakan secara daring ini dimoderatori oleh Dekan FEB Universitas Pancasakti Tegal Ibu Dr. Dien Noviany R.

Selama acara mahasiswa sangat aktif untuk bertanya dan berinteraksi dengan Narasumber. Kegiatannya berlangsung sangat menarik karena didalamnya ada banyak doorprize yang membangkitkan semangat mahasiswa untuk mengikuti acara dari awal hingga akhir.

Terimakasih Bank Indonesia terimakasih Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPS Tegal

Menuju Indonesia sebagai Pusat Produsen Produk Halal Dunia

Oleh: Abdulloh Mubarok(Dosen Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal)

Dalam sambutan tertulis secara virtual yang dibacakan Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Iggi H. Achsien, di acara Opening Ceremony Road to ISEF 8th 2021 (21 Juni 2021), Menteri BUMN Erick Thohir, menyayangkan posisi Indonesia yang hanya menjadi produsen nomor lima di dunia dalam hal produksi produk halal.

Selanjutnya Erick Thohir, yang juga ketua umum MES, menjelaskan Indonesia ditargetkan menjadi produsen produk halal terbesar di dunia pada 2024.

Sebelumnya (17 November 2020), Dinar Standard dan Dubai Islamic Economy Development Center (DIEDC), suatu lembaga riset pemerintahan Uni Emirat Arab, menyerahkan laporan bertajuk The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021 kepada Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.

SGIE melaporkan Indonesia dalam tahun 2020 menduduki peringkat 4 dalam Global Islamic Economy Indicator (negara produsen produk halal terbesar di dunia).

Naik 1 tingkat dibanding tahun 2019 (peringkat 5) dan 6 tingkat pada tahun 2018 (peringkat 10). Dari setiap sektor penilaian, yaitu sektor Makanan, Fesyen, Kosmetik, Farmasi, Pariwisata, Keuangan Perbankan dan Media Rekreasi, Indonesia masuk kategori negara 10 besar dalam masing-masing sektor tersebut.

Tidak berlebihan kiranya jika pemerintah menargetkan Indonesia menjadi produsen produk halal terbesar di dunia pada tahun 2024. Hal ini karena Indonesia memiliki banyak modal yang dapat digerakkan untuk merealisasikan target tersebut.

Mastuki (2021) menyebut paling tidak Indonesia memiliki enam modal halal, yaitu modal religius-demografis, sosio-kultural, usaha dan dunia industri, ekonomi, regulasi dan dukungan politik dan kerja sama bilateral-multilateral. Secara demografis, terdapat 209,1 juta jiwa atau 87,2 persen total penduduk Indonesia beragama Islam.

Jumlah ini sama dengan 13,1 persen populasi muslim di dunia. Besarnya penduduk muslim ini tentunya berkorelasi dengan kebutuhan konsumsi dan pemakaian produk halal. Secara sosio-kultural, di tengah-tengah masyarakat telah tumbuh kreativitas dalam menghasilkan aneka produk halal, seperti kuliner khas daerah.

Di masyarakat juga muncul trend gaya hidup halal yang tentunya berkaitan denga produk halal. Dari sisi industri, data menunjukkan jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) Indonesia telah mencapai 62 juta. Dari aspek ekonomi, terjadi pertumbuhan market share perbankan syariah.

Tercatat per Januari 2021 market share perbankan syariah ada di level 6,55%. Dari segi regulasi, sudah terbit undang undang No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Adapun dari segi modal hubungan bilateral dan multilateral, Indonesia telah berperan aktif di berbagai kerja sama seperti WTO, IMT-GT dan SMIIC. Kerja sama ini membuka potensi ekspor Indonesia yang semakin luas.

Agar dapat memenuhi target menjadi produsen produk halal terbesar di dunia, maka modal halal tersebut perlu digerakkan dan direalisasikan. Misalnya terkait UMKM (aspek industri), perlu diarahkan bukan hanya menjadi produsen produk lokal tetapi menjadi produsen yang produknya dapat menembus pasar global.

Terkait hal ini, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyarankan 4 hal, pertama mengakselerasi sertifikasi halal produk buatan Indonesia. Kedua, mengembangkan ekosistem pelaku usaha melalui integrasi antar unit usaha kelompok kecil, unit menengah, dan unit besar (industri). Ketiga, mengembangkan beberapa sektor produk terutama lima produk unggulan Indonesia, yaitu makanan, fesyen, kosmetik, wisata halal, dan energi terbarukan.

Keempat, pemasaran, baik melalui kampanye gaya hidup halal, seminar, pameran hingga penggunaan platform digital.

Langkah lain dalam mewujudkan Indonesia sebagai produsen produk halal terbesar dunia adalah memperkuat industri halal melalui pembentukan Kawasan Industri Halal (KIH) dan zona-zona halal dalam kawasan industri yang sudah ada.

Saat ini sudah ada dua kawasan industri halal yang sudah di proses Kementerian Perindustrian yaitu Modern Cikande Industrial Estate di Serang Banten, dan SAFE n LOCK Halal Industrial Park di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.

Sedangkan kawasan industri lain yang sedang disiapkan menjadi KIH, antara lain Kawasan Industri Bintan Inti (Bintan-Kepri), Kawasan Industri Batamindo (Batam-Kepri), Kawasan Industri Jakarta Pulogadung (DKI Jakarta), dan Kawasan Industri Surya Borneo (Kalimantan Tengah).

Terdapat beberapa tantangan dalam proses pengembangan industri halal nasional yang perlu diatasi agar target pemerintah di atas tercapai.

Ada tiga aspek tantangan, sebagaimana dijelaskan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yaitu aspek produksi, konsumsi dan ekosistem. Pada aspek produksi, tantanganya antara lain pemanfaatan potensi sumber daya alam (SDA) belum optimal, proses produksi belum efisien, daya saing industri belum kompetitif, dan literasi produsen terhadap halal rendah.

Pada aspek konsumsi, tantangannya meliputi literasi masyarakat yang masih rendah terhadap produk non halal dan turunannya.

Sedangkan, pada aspek ekosistem, tantangannya adalah regulasi halal yang belum lengkap, infrastruktur dan riset halal yang masih tertinggal.

Era Disrupsi Melalui Transformasi Bisnis Digital Masyarakat Modern

Oleh: Hadi Satria Ganefi
(Dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis UPS Tegal)

Pandemi Covid-19 saat ini masih belum menunjukkan titik perbaikan. Sebaliknya kasus terjadinya infeksi setiap hari masih terus bertambah di beberapa wilayah Indonesia.

Hal ini secara otomatis menimbulkan kebiasaan dan peradaban baru yang dilakukan masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari termasuk dalam aktivitas perekonomian masyarakat umum.

Di sisi lain adanya perubahan yang sangat dinamis dalam dunia teknologi menjadikan interaksi antarmanusia menjadi tidak terbatas lagi.

Sebagai salah satu contoh internet yang merupakan sarana teknologi komunikasi saat ini tidak hanya sebatas digunakan untuk browsing, membuat status atau komunikasi media sosial ataupun hanya sekedar menonton Youtube.

Namun, lebih dari itu adanya pola pergeseran ke arah yang bersifat konsumtif dan produktif dalam memanfaatkan teknologi komunikasi tersebut.

Seperti contoh halnya pada dunia usaha (bisnis). Jika sebelumnya masyarakat umum khususnya pelaku usaha saat menjalani atau berniat untuk memulai sebagai seorang wirausaha membutuhkan modal cukup besar ataupun tempat sebagai sarana dan penunjuang usaha maka di era disrupsi saat ini hal tersebut sudah tidak relevan lagi.

Hal ini tentu sebagai akibat dari adanya pergeseran aktivitas ekonomi konvensional menuju ekonomi digital. Adanya ekonomi bisnis digital saat ini masyarakat bisa dengan mudah untuk melakukan aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan banyaknya marketplace.

Data Bank Indonesia mencatat bahwa pada kuartal I (Q1) 2021, jumlah transaksi digital khususnya pada platform e-commerce di Indonesia mencapai 548 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp88 triliun. Nilai tersebut tentu masih akan terus meningkat meskipun pandemi telah berakhir.

Hal ini didasari sikap masyarakat yang sudah mulai berubah, lantaran akibat dari digitalisasi akhirnya memberikan customer experience melalui segala kemudahan dalam melakukan transaksi.

Customer experience ini selanjutnya terakumulasi dan membentuk customer behavior sehingga akan cukup sulit bagi masyarakat untuk kembali pada transaksi offline.

Digitalisasi memberikan stimulasi aktivitas ekonomi. Ketika kita membicarakan tentang industri bisnis ekonomi digital, tentu tidak semata mata melihat dari satu sisi yaitu transaksi jual beli. Namun ada sektor lain juga yang secara langsung terlibat di dalamnya seperti industri logistik, perbankan mapun provider telekomunikasi.

Hal ini lah yang menjadikan industri ini perlu terus dijaga dan dikembangkan agar tetap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Wajar saja jika Menteri Keuangan Sri Mulyani berkomitmen penuh menjadikan digitalisasi sebagai transformasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan berbagai model ekosistem mulai dari regulasi, infrastruktur digital hingga literasi terhadap ekonomi digital.

Apalagi jika dilihat dari potensi yang ada Indonesia merupakan salah satu negara dengan perkembangan ekonomi digital tertinggi di ASEAN pada tahun 2025 dengan nilai US$ 124 miliar.

Itu artinya, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menjadikan ekonomi digital sebagai roda pendorong ekonomi. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan literasi dan keterampilan SDM (sumber daya manusia) mengenai digitalisasi sebagai respon dalam memasuki era industri 4.0 melalui pendidikan formal, pelatihan ataupun pendidikan non formal lainnya.

Peran Generasi Milenial

Tidak dapat dipungkiri bahwa generasi muda merupakan generasi masa depan bangsa sebagai agent of change bagi suatu negara menuju negara yang kompetitif. Hal ini tentu saja menghadapi era perubahan sekarang dituntut peran sumber daya manusia yang mampu menghadapi dinamika persaingan.

Kita sebagai generasi muda sudah sepatutnya turut andil dalam menangkap peluang bisnis dari era perubahan tersebut. Sebagai generasi yang produktif tentunya memiliki peluang kemampuan yang sangat besar juga dalam menangkap literasi teknologi dan bisnis menjadi kesempatan untuk berwirausaha.

Generasi muda yang berwirausaha dengan mengandalkan pada kemampuan penguasaan teknologi dapat dikatakan sebagai entrepreneur yang berkarakter modern dan dinamis. Hal ini lantaran mereka mampu mengubah nilai sumber daya, tenaga kerja, dan faktor produksi lainnya menjadi output yang lebih besar dari sebelumnya melalui perubahan inovasi dan cara-cara baru secara efektif dan efisien dengan mengikuti era yang ada.

Karena itu technopreneur inilah yang saat ini dibutuhkan negara karena kontribusinya bagi kemajuan bangsa. Tentunya kontribusi tersebut bukan hanya dilihat terhadap pertumbuhan ekonomi saja, melainkan peran pentingnya dalam membantu pemerintah untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Oleh karena negara dapat dikatakan maju dan berhasil adalah mereka yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghasilkan output yang bernilai.