Tradisi Minta Maaf Pada Saat Lebaran

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, wa lillahilham. Lebaran telah tiba. Lebaran (Idul Fitri) merupakan pintu ampunan telah terbuka lebar. Lebaran membawa setiap orang untuk saling bertemu dalam suasana hangat untuk meminta maaf atas kesalahan yang sengaja diperbuat maupun tidak sengaja, baik lisan maupun perbuatan, baik lahir maupun batin.

Penerima maaf pun akan memberikan maaf dengan sukarela.

Melakukan aktifitas Ramadan secara benar dan sungguh-sungguh dengan selalu mengikuti tuntunan syari`at, seorang anak manusia akan mendapatkan ampunan dari Tuhan atas dosa-dosanya yang telah lalu. Artinya dalam hubungannya dengan Tuhan atau Hablumin Allah seseorang yang telah mendapatkan ampunan, tentu dapat dikatakan telah kembali kepada fitrah atau kesucian tersebut.

Dengan meminta maaf kepada sesama manusia (Habluminannas), yang dalam perjalanan hidupnya pasti pernah berbuat salah dan khilaf, kemudian terlupakan oleh sebagian besar umat Islam. Mengapa kita mudah meminta maaf dan memberikan maaf saat Lebaran, tapi amat sulit melakukannya saat hari-hari biasa?.

Nabi Muhammad S.A.W. sendiri memberikan isyarat untuk hal ini dalam salah satu hadisnya yang berbunyi: Barang siapa yang berpuasa Ramadan (dalam sebuah riwayat lainnya melakukan ibadah di malam Ramadan) dengan didasari iman dan hanya semata mencari keridaan Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh-Nya. Demikian pula tidak akan merasa berat untuk meminta maaf atas segala kesahannya tersebut.

Hal ini tentu berbeda dengan kondisi di luar idul fitri, dimana cukup banyak contoh orang tidak mau mengakui kesalahan yang diperbuatnya, dan bahkan kesalahan yang dilakukannya tersebut diupayakan agar tampak benar. Pada kondisi yang demikian dia juga antipati tidak mau meminta maaf atas kesalahan dan kekhilafannya, dia akan lebih mengedepankan gengsi dan reputasinya di hadapan publik, meskipun hal itu tidak tepat dan tidak dapat menolongnya.

Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga keseimbangan dalam konsep Hablumin Allah dan Habluminannas. Takwa dan Akhlak yang baik. Islam juga mengajarkan, hubungan baik dengan Allah saja tidak cukup. Rajin ibadah seperti shalat, zakat, dan puasa tidak cukup, namun juga harus diimbangi dengan hubungan yang baik dengan sesama manusia.

Dalam pengertian syariah, makna hablum minallah sebagaimana yang dijelaskan di dalam tafsir At-Thabari, Al-Baghawi, dan tafsir Ibnu Katsir adalah: “Perjanjian dari Allah, maksudnya adalah masuk Islam atau beriman dengan Islam sebagai jaminan keselamatan bagi mereka di dunia dan di akhirat”.

Allah S.W.T. berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 36 yang artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”
Hablumminannas adalah dengan akhlaqul karimah (akhlak mulia). Hablumiannas dengan sesama muslim adalah “ruhamau bainahum”.

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” (QS Al-Fath: 29).

Contoh Habluminannas dengan nonmuslim adalah toleransi sebagaimana diajarkan dalam QS Al-Kafirun.

Hablumminannas adalah hubungan baik dengan sesama manusia. Harmoni sosial, dengan tetangga, teman kerja, lingkungan, dll. Pedoman Hablumin Allah dan Habluminannas antara lain dalam hadits Nabi Saw berikut ini “Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskan (keburukan). Dan pergauilah manusia dengan akhlak yang mulia.” (HR. At-Tirmidzi, dan dia berkata: Hadits Hasan Shahih).

Takwa yang diperintahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengenal tempat. Bertakwalah di mana pun berada, baik saat sunyi sendirian terlebih lagi ketika berada di tengah keramaian. Inilah sebenar-benarnya takwa dan merupakan takwa yang paling berat. Dalam hadits tersebut Rasulullah S.A.W. juga berwasiat agar bersegera melakukan kebaikan tatkala terjerumus dalam keburukan. Hadits ini juga menjelaskan perintah untuk segera bertobat kepada Allah. Karena taubat merupakan amal shalih yang paling mulia dan harus disegerakan pengerjaannya.

Seorang Muslim yang senantiasa menjaga keseimbangan habluminallah dan habluminannas memiliki banyak keutamaan. Ia akan mendapatkan pahala amal kebaikan yang utuh di sisi Allah S.W.T. Dengan mendoakan keselamatan saudara kita dalam keadaan apapun, maka keberkahan dan keselamatan akan bersama kita di dunia dan akhirat. Seorang Muslim yang menjaga baik hubungannya dengan manusia lain akan mendapatkan ridho Allah S.W.T.
Semoga bermanfaat, Aamiin.(*)

Oleh: Sumarno, S.E. M.Si. (Kyai Kampung) Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal.

Se Kaya Abdurrahman Bin Auf, Mengapa Tidak?

Sa’ad bin Rabi tidak bisa menyembunyikan kegembiraan dalam hatinya. Betapa merasa beruntung ia dipersaudarakan dengan seorang Muhajirin yang baik akhlaknya, sopan tutur katanya, dan menyenangkan kepribadiannya seperti Abdurrahman bin Auf, “Saudaraku, aku adalah orang terkaya di Kota Madinah. Silakan pilih separuh hartaku dan ambillah! Dan aku memiliki dua orang isteri.

Coba perhatikan yang lebih menarik, akan kucEraikan ia hingga Anda dapat memperisterinya..” kata Sa’ad bin Rabi kepada Abdurrahman bin Auf setelah peristiwa hijrah yang fenomenal. “Sahabatku, semoga Allah memberkati Anda, isteri, dan harta Anda. Tunjukkan saja padaku letak pasar di Madinah agar aku dapat berniaga.” Jawab Abdurahman bin Auf sopan. Sa’ad terkagum melihat sikap Abdurrahman bin Auf yang menjaga kehormatan dirinya dari meminta-minta.

Dengan senang hati ia antarkan saudara Muhajirinnya itu menuju pasar Madinah. Maka di tempat itulah Abdurrahman bin Auf membuka lembaran karirnya sebagai pedagang di kota Madinah. Dengan kesabaran dan ketajaman melihat berbagai peluang, ia membangun sedikit demi sedikit perniagaannya hingga mampu berkembang pesat.

Konon, tak lama setelahnya, ia menikahi wanita Madinah dengan mas kawin berupa emas sebesar telur ayam! Kisah-kisah kesuksesan yang mengagumkan. Nyata dan ‘inspiratif. Sempatkan diri membaca Sirah Sahabat, akan kita temukan fakta bahwa sebagian besar sahabat Rasulullah adalah pebisnis yang kaya raya. Ada Abu Bakar Ash-Siddig, Utsman bin Affan, Sa’ad bin Abi Waggash, Umar bin Khattab, dan masih banyak lagi, “Sembilan dari sepuluh pintu rezeki terdapat dalam perniagaan (wirausaha)” sabda Rasulullah.

Sungguh relevan dengan fakta hari ini. Coba amati tokoh milyader seperti Donald Trump dan Bill Gates, berprofesi sebagai apakah mereka? “Perusahaan mana yang akan menyediakan lapangan pekerjaan untuk saya ?” “Instansi pemerintah mana yang masih memiliki peluang untuk ditempati ?” Pertanyaan yang sering menghantui pikiran masyarkat yang belum mendapatkan pekerjaan.

Kekhawatiran itu memang beralasan, sebab berdasarkan Badan Pusat Statistik tahun 2020 bahwa 9,77 juta mengalami kenaikan 2,67 juta orang, dan tentunya ini di antaranya adalah mereka yang baru selesai pendidikan baik yang sekolah menengah atas dan pendidikan tinggi. Persaingan semakin sengit. Jumlah lulusan lebih banyak dibanding jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.

Hal itu merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya jumlah sarjana pengangguran dari tahun ke tahun. Menghadapi fenomena keterbatasan tersebut, kita dituntut untuk berpikir kreatif. Bagaimana cara agar bisa survive. tanpa harus sibuk mencari lowongan pekerjaan ? Jawabannya sederhana! jika tidak ada yang mempekerjakan Anda, maka bekerjalah untuk diri sendiri. Artinya, ciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan cara berwirausaha.

Berwirausaha tidak hanya menguntungkan Anda, namun juga menguntungkan perekonomian secara makro karena Anda telah berpartisipasi menyediakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Suatu penelitian yang dilakukan sebuah lembaga internasional mengatakan jika suatu negara ingin maju harus memiliki sekurang-kurangnya 4% pengusaha dari total persentase seluruh jumlah penduduk. Indonesia sendiri masih memiliki 0,7% masih kurang sekitar 3,3% lagi atau sekitar 8.250.000 orang pengusaha. Memang ada banyak sekali hambatan yang membuat banyak orang memilih tidak terjun ke dunia bisnis.

Salah satunya adalah faktor resiko. Resiko yang dihadapi berupa ketidakpastian iklim usaha. Bisa jadi hari ini laku, besok belum tentu. Resiko lainnya adalah kegagalan dalam mengelola usaha. Inilah yang sering menjadi sumber ketakutan bagi pebisnis pemula yang mentalnya belum terasah.

Kesuksesan Abdurrahman bin Auf dalam mengelola bisnis bukan hanya karena Ia cerdas secara intelektual-finansial, tetapi juga karena ia menerapkan aturan bisnis islami yang diajarkan Rasulullah SAW. Satu hal yang perlu kita ingat bahwa bukan sekedar sosok pengusaha yang kita butuhkan. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan sebagian besar negara Eropa, meski jumlah pengusaha relatif banyak, hal itu tidak menjamin kesejahteraan penduduk negara tersebut.

Bagaimana bisa sejahtera jika lingkungan rusak? Bagaimana bisa sejahtera jika kondisi perekonomian selalu mengalami fluktuasi dan krisis akibat kesalahan sistem? Bagaimana bisa sejahtera jika setiap orang berpikir dan bersikap individualis? Kita tidak hanya membutuhkan sosok pengusaha biasa, namun sosok pengusaha muslim yang memahami aturan muamalah berdasarkan Al Ouran dan As-Sunnah.

Aturan muamalah yang Allah SWT tetapkan tidak hanya mengatur bagaimana memperoleh keuntungan melalui jual beli, musyarakah, dan mudarabah, tetapi juga mengatur agar kegiatan ekonomi yang kita lakukan tidak sampai merusak lingkungan, tidak merugikan orang lain, dan bermanfaat untuk kemashalatan manusia dan lingkungan sekitar.

Islam adalah agama yang memberi rahmat untuk scmesta alam, Nilai-nital tslam ditegakkan berdasarkan prinsip keadilan yang menyeluruh untuk semua makhluk hidup. Artinya, dalam melakukan muamalah tidak boleh ada pihak yang dirugikan dari kegiatan tersebut.

Salah satu faktor kesuksesan Abdurrahman bin Auf berwirausaha adalah penerapan aturan muamalah berdasarkan Al Ouran dan As Sunnah, konsep ini dikenal dengan etika bisnis Islam.

Prinsip bisnis Islam tentu berbeda dengan prinsip bisnis dalam sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Sistem ckonomi kapitalis berorientasi pada pengejaran keuntungan semata, sementara itu sistem ekonomi sosialis berorientasi pada kepentingan sosial dan meniadakan hak-hak individu.

Sistem ekonomi Islam menjunjung tinggi prinsip keadilan. Islam memberi kebebasan kepada setiap individu untuk berusaha sesuai kapasitas mereka. Individu berhak memperoleh kekayaan sesuai usahanya. Namun, setiap individu berkewajiban menyisihkan hartanya kepada mereka yang kurang beruntung secara ekonomi. Itu sebabnya terdapat kewajiban berzakat dan sedekah dalam Islam.
Etika bisnis Islam mengatur hubungan perniagaan antara pelaku bisnis dengan konsumen, pihak kompetitor, pekerja, dan lingkungan sekitar.

Abdurrahman bin Auf menerapkan hal tersebut dalam berniaga. Beliau selalu berhati-hati dengan menjauhi barang perniagaan haram dan sumber penghasilan riba.
Beliau memegang amanah Rasulullah dengan menjadikan kejujuran sebagai hal fundamental dalam berwirausaha. Ia tidak pernah berlaku curang dengan menyembunyikan aib barang, tidak berbohong, tidak mengurangi timbangan dan melakukan sumpah palsu agar barangnya cepat laku. la bersikap toleran dan ramah kepada pembeli. Is tidak pernah melakukan spekulasi dengan menimbun berang untuk menaikkan harganya di masa mendatang.

Beliau tidak pemah memandang pengusaha lain sebagai pihak kompetitor yang harus dibasmi, namun sebagai mitra dagang. Meski telah menjadi saudayar kaya raya, Beliau tidak melakuakan praktik monopoli dengan berusaha mencegah pedagang lain masuk ke dalam pasar denga menjelek jelekan barang dagangan orang lain.

Terhadap para pekerja, Beliau sangat memperhatikan hak-hak mereka dengan membayar upah tepat waktu dan tidak membebani suatu pekerjaan melebihi kemampuan mereka. Menjadi saudagar terkaya di Madinah tidak menjadikan Abdurrahman bin Auf sombong. Masyarakat Madinah mengenalnya sebagai sosok yang rendah hati dan ringan tangan. Ia sering membagi-bagikan harta kekayaannya kepada penduduk Madinah. “Bahkan kami tidak bisa membedakan Abdurrahman bin Auf jika ia telah duduk di antara para pelayannya”.

Kenang seorang sahabat. Hal ini menunjukkan meski telah menjadi orang terkaya sekalipun, Beliau selalu berpenampilan sederhana. Jangan tanya soal hubungannya dengan Allah SWT karena Beliau termasuk salah seorang sahabat yang dijamin Rasulullah SAW masuk surga. Tidak ada alasan bagi Beliau untuk menunda-nunda sholat dan lalai dalam mengingat Allah SWT ditengah kesibukkannya dalam perniagaan. Lengkap sudah kesuksesan Abdurrahman bin Auf! Dunia akhirat di dapat.Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Abdurrahman bin Auf.

Pertama, kesuksesannya dalam berwirausaha tidak diperoleh dalam waktu semalam, tetapi dibangun dalam proses bertahun-tahun. Abdrurrahman bin Auf pun pernah mengalami kegagalan. Usahanya pernah bangkrut dan harta kekayaannya habis saat Rasulullah dan para sahabat mengalami pemboikotan sebelum peristiwa hijrah ke Madinah. Namun demikian, Beliau tetap menjaga izzahnya sebagai muslim dari meminta-minta dan mampu kembali bangkit dari keterpurukan.

Kedua, salah satu faktor yang menjadikan bisnis Abdurrahman bin Auf berkembang pesat dan bertahan lama adalah karena komitmen Beliau dalam mempraktikkan — etika bisnis Islami. Beliau selalu mengedepankan kejujuran, menghormati hak-hak pembeli dan pekerja, serta merangkul kompetitor sebagai mitra dagang.

Ketiga, kesibukan perniagaan tidak menjadikan Beliau silau memandang dunia. Beliau tidak pernah lalai dalam mengingat Allah SWT, selalu menyempatkan diri untuk hadir di majelis Rasulullah, dan tidak pernah absen jika ada perintah jihad. Siapapun bisa menjadi wirausaha. Siapapun bisa menjadi the next Abdurrahman bin Auf asal memiliki kemauan.

“Saya sih mau saja berwirausaha, tapi modalnya ??” Pasti ada yang membatin demikian. Cermati perkataan Abdurrahman bin Auf saat tiba di kota Madinah : “Cukup tunjukkan padaku letak pasar agar aku bisa berniaga.” Beliau tidak mengatakan kepada Sa’ad bin Rabi “Pinjamkan aku modal agar bisa berniaga.” Artinya Beliau tidak menggunakan modal uang, namun modal tenaga. Beliau bekerja dengan menjalankan usaha milik orang lain di pasar Madinah.

Setelah pengalaman dan modalnya mencukupi, barulah Abdurrahman bin Auf membuka usahanya sendiri Sebagian besar pebisnis yang sukses hari ini pun menerapkan hal serupa. Masyarakat secara umum saatnya membuat suatu perubahan dengan merubah pola pikir, mengasah mental, menggali pengetahuan dengan terus belajar, dan melakukan aksi. Point terakhir itu yang terpenting, yakni melakukan aksi. Begitu banyak konsep bisnis yang tidak terealisasi karena hanya tersimpan di dalam otak dan tercatat di atas kertas. Mari mengubah mindset kita : dari “mencari” menjadi “menciptakan” lapangan pekerjaan.

Silakan tentukan sendiri kehidupan diri kita di masa mendatang. Tentunya tujuan kita bukan sekedar mendirikan lapangan usaha, bukan juga sekedar mengejar keuntungan, atau mengejar kesenangan dunia lainnya. Jika demikian, tidak heran bila banyak sosok pengusaha, khususnya pengusaha muslim, yang mengabaikan aturan-aturan Allah demi mengejar keuntungan duniawi.

Mendekatkan diri kepada Allah dan memiliki peluang beramal lebih besartah yang seharusnya menjadi tujuan utama. Itulah yang membedakan sosok pengusaha muslim dengan pengusaha biasa. Itulah kunci kesuksesan Abdurrahman bin Auf dalam mengelola usaha sehingga Allah menumpahkan rezeki tak ternilai kepadanya.(*)

Oleh : Catur Wahyudi, S.E.I.,M.Si Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal

Aplikasi Meresahkan Generasi Milenial di Masa Pandemi

Seperti yang kita ketahui bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) telah menyatakan bahwa Corona Virus Desease 2019 atau Covid-19 telah menyebar di sebagian besar negara-negara di seluruh dunia, termasuk negara Indonesia.

Pandemi ini menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu dan telah menimbulkan korban jiwa, serta kerugian material yang semakin besar. Wabah Covid-19 membuat masyarakat Indonesia khawatir karena banyaknya warga yang terkena dampak penularan virus tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah mengambil dan memberlakukan kebijakan lockdown, PSBB, PPKM, dan seruan di rumah saja sebagai langkah untuk mengurangi atau memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

Di seluruh penjuru Indonesia pembelajaran tingkat TK, SD, SMP, SMA/K sampai mahasiswa/i sudah digantikan dengan program pemerintah yang belajar dirumah saja. Para karyawan yang bekerja sudah digantikan menjadi Work From Home atau WFH.

Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak media massa yang dapat digunakan manusia untuk dijadikan alat dalam berkomunikasi. Istilah media sosial mengacu pada layanan yang dapat dengan mudah diakses melalui jaringan internet.

Pada umumnya fungsi dari media sosial diantaranya untuk berbagi pesan dengan banyak pengguna media sosial itu sendiri, yaitu berupa berita (informasi), gambar (foto) dan juga tautan video dengan berkontribusi dalam konten yang dibuat oleh pengguna, atau bergabung dengan komunitas daring.

Media sosial tidak hanya dapat diakses di perangkat komputer, tetapi dengan adanya aplikasi di smartphone atau telepon pintar, maka semakin memudahkan masyarakat untuk mengakses media sosial secara mobile sehingga dapat diakses kapanpun dan di manapun.

Adanya media sosial di sekitar masyarakat memiliki peran penting untuk mendapatkan informasi apalagi di masa pandemi ini, menjadi media untuk mencari informasi terkait Covid-19, pembelajar, pekerjaan, dan lain sebagainya hingga hiburan sekalipun. Semua hal itu dapat dilihat dan diakses melalui media sosial.

Media sosial memberikan dampak besar bagi kehidupan generasi milenial dan juga mempengaruhi keberfungsian sosialnya di kehidupan nyata, banyak generasi milenial berjuang untuk mempertahankan eksistensinya di media sosial.

Perkembangan media sosial ini membuat generasi milenial sendiri mulanya berlomba-lomba dalam membina komunitas melalui jaringan internet terutama media sosial yang terdiri dari Facebook, Twitter, YouTube, Tiktok, Instagram, WhatsApp, Game Online dan masih banyak lagi.

Di masa pandemi ini, media sosial yang paling menonjol yang sangat populer di kalangan generasi milenial atau biasa disebut sebagai media sosial paling meresahkan adalah aplikasi TikTok dan Shopee.

Media sosial yang tergolong masih baru ini berhasil mendapatkan puluhan ribu unduhan setiap harinya. TikTok menjadikan ponsel pengguna sebagai studio berjalan. Media sosial ini menghadirkan special effects yang menarik dan mudah digunakan sehingga semua orang bisa mencipaakan sebuah video yang keren dengan mudah.

Bertolak belakang dengan TikTok, Shopee menjadikan ponsel pengguna sebagai media belanja online, yang memudahkan pengguna melakukan transaksi jual beli tanpa harus bepergian keluar sehingga kebijakan pemerintah yang telah diberlakukan dapat dilaksanakan dengan baik.

Di tengah pandemi Covid-19, dua aplikasi ini dirasa semakin meresahkan kaum generasi milenial saat ini. Pasalnya penggunaan aplikasi TikTok dan Shopee telah menjadi sebuah rutinitas sehari-hari. Tak heran jika semakin banyak orang menggunakannya selain sebagai media informasi tetapi sebagai hiburan untuk mengurangi rasa kebosanan akibat adanya kebijakan di rumah saja.

Aplikasi TikTok adalah sebuah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok yang diluncurkan pada September 2016. Aplikasi tersebut memperbolehkan penggunanya untuk membuat video music dengan durasi singkat. Konten yang ada didalam aplikasi Tiktok ini mulai dari video musik, komedi, kecantikan, memasak, pendidikan, hingga dance.

TikTok juga membantu jajaran pemerintah, para medis dan influencer untuk mensosialisasikan pesan berupa himbauan maupun ajakan terkait hal-hal mengenai virus corona. Lain halnya dengan media sosial

Shopee yang merupakan aplikasi belanja online paling laris dan paling banyak digunakan di Indonesia.
Selain memberikan manfaat yang sangat banyak ternyata dua aplikasi media sosial tersebut memiliki hubungan mutualisme yang sangat berpengaruh besar untuk berkembang pesat.

Bisa dilihat dari saat Shopee meminta untuk dipromosikan di dalam media sosial TikTok maka akan semakin banyak pengguna khususnya generasi milenial yang menjadi konten creator yang memuncul tagar atau hastag seperti #racuntiktok #racunshopee yang kemudian para pengguna TikTok tersebut beralih untuk membeli barang-barang yang dirasa ingin dibelinya.

Hal inilah yang bisa meningkatkan penjualan dalam Shopee, apalagi jika barang yang dibutuhkan maupun diinginkan oleh pembeli memiliki kualitas yang baik setelah sampai dirumah maka akan semakin menambah rating penilaian dalam media sosial tersebut.

Di samping memiliki banyak mafaat ternyata kedua media sosial tersebut masih memiliki efek negatif sebagai kekurangannya, sebut saja TikTok dalam hal ini terkadang masih banyak penyalahgunaan dalam penggunaan aplikasi tersebut walaupun pihak dari TikTok sudah berusaha memblokir akun-akun maupun video yang menyebaran hoax, mengandung unsur SARA, dan lain sebagainya, akan tetapi karena banyaknya pengguna yang setiap harinya bertambah semakin membuat kewalahan dalam hal ini, yang lebih parah lagi jika pengguna masih dibawah umur yang belum bisa membedakan dan menyaring informasi yang ada maka akan berdampak buruk.

Walaupun pihak TikTok juga sudah membuat batasan umur dalam aplikasi, tetapi bisa saja data umur dimanipulasi.

Berbeda dengan Shopee yang menuju kata sempurna sebagai aplikasi belanja online, karena para pengguna merasa lebih mudah dalam mengoperasikan aplikasi belanja online Shopee dibanding dengan aplikasi yang lain, selain itu barang-barang yang disediakan juga hampir semuanya ada. Dengan program gratis ongkir dan pengriman yang cepatpun menjadi nilai plus dalam hal ini.

Dengan adanya fenomena media sosial yang paling meresahkan dan sangat viral tersebut, mengubah perilaku generasi milenial saat ini yang serba dan sangat bergantung terhadap kedua media sosial tersebut.

Bisa dilihat saja generasi milenia yang suka sekali bermain bersama teman pergi kesana kemari untuk menghilangkan rasa bosan kemudian tiba-tiba saja diam dirumah dan tidak memiliki kegiatan apapun selain “rebahan”, dengan adanya TikTok maka mereka merasa akan adanya hiburan sebagai obat dari rasa jenuh dan bosan yang mereka rasakan, apalagi jika konten-konten yang mereka lihat memiliki kualitas informasi maupun komedi hiburan yang menarik, apalagi jika yang mereka lihat tersebut bisa memunculkan kemauan dan kreatifitas dalam diri generasi milenial untuk bisa memanfaatkan kesempatan tersebut menjadi konten creator TikTok yang bisa menghasilkan penghasilan yang bisa dibilang lumayan untuk uang jajan tambahan.

Di samping itu, Shopee juga mengubah kebiasaan generasi milenial yang sebelum ada pandemi yang biasanya seorang mahasiswa membeli buku di toko buku secara langsung, sekarang beralih membeli secara online karna adanya aplikasi Shopee yang dirasa lebih mudah dan bahkan lebih murah.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasasan generasi muda memberikan slogan “meresahkan” untuk kedua aplikasi tersebut yang artinya mereka sangat menyukai dan merasakan kenyamanan dengan penggunaan kedua aplikasi tersebut yang diharapkan dapat selalu meningkatkan mutu dan kualitas.

Oleh: Yusrina Faradiana (Mahasiswa FEB UPS Tegal)

Pembukaan Prodi S1- Bisnis Digital

TEGAL – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal resmi membuka Program Studi (Prodi) S1 Bisnis Digital. Usai diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Izin Penyelenggaraan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Tasyakuran pembukaan Prodi S1 Bisnis Digital diadakan di Aula Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP), Senin (24/5). Tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FEB Dr Dien Noviany Rahmatika SE MM Ak CA, diserahkan kepada Ketua YPP Dr Imawan Sugiharto SH MH, Wakil Ketua YPP Dr Eddhie Praptono SH MH, Sekretaris YPP Dr Taufiqulloh MHum, serta Rektor UPS Prof Dr Fakhruddin MPd. Sekapur sirih disampaikan Dosen Senior FEB Dr Tabrani MM. Sebelum tasyakuran, YPP menyerahkan SK Pengangkatan enam calon dosen Prodi S1 Bisnis Digital di Ruang Rapat YPP.

Dekan FEB Dr Dien Noviany Rahmatika SE MM Ak CA mengaku bersyukur atas dibukanya Prodi S1 Bisnis Digital di FEB. Terima kasih disampaikan kepada YPP, Rektorat, dan semua yang telah mensupport. Dien mengajak sivitas akademika meningkatkan semangat, agar kehadiran Prodi S1 Bisnis Digital menyerap banyak mahasiswa. “Prodi S1 Bisnis Digital menghasilkan lulusan yang tidak hanya ahli manajemen, tetapi juga bisnis digital. Semoga menjadi Prodi yang membanggakan dan dapat mewujudkan target UPS menerima 2.000 mahasiswa,”ucap Dien. Ucapan selamat atas dibukanya Prodi S1 Bisnis Digital disampaikan Rektor UPS Prof Dr Fakhruddin MPd. Rektor berterima kasih kepada Dekan FEB serta jajaran yang dinilai dengan cerdas dapat menangkap peluang dengan membuka Prodi S1 Bisnis Digital. Menurut Rektor, Prodi S1 Bisnis Digital merupakan Prodi yang menjanjikan. “Di Kawasan Pantura, bahkan di Perguruan Tinggi Negeri baru beberapa (yang membuka Prodi S1 Bisnis Digital). Kami sudah berani, jadi sangat strategis. Tunjukkan kinerja dengan kerja nyata,” pesan Rektor, seraya menambahkan, dibukanya Prodi S1 Bisnis Digital merupakan amanah. Karena itu, agar dipertanggungjawabkan, mulai dari rekrutmen sampai lulusannya. Ketua YPP Dr Imawan Sugiharto SH MH berpesan, setelah Prodi S1 Bisnis Digital dibuka dan memiliki mahasiswa, jangan sampai terhambat dalam proses akreditasi. Peringatan meningkatkan akreditasi juga disampaikan untukProdi lainnya. “Prodi lain juga agar dipikirkan untuk naik akreditasi, syukur-syukur menjadi A, atau unggul,” ucapnya

Wajib Bagi Laki – Laki Sholat Berjamaah Di Masjid

Masjid itu tempat buat orang sholat. Dalam surat adzuriyat ayat 56, Allah S.W.T. berfirman, yang artinya : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.

Orang yang sholat di masjid itu berarti ikut memakmurkan masjid. Hal ini sesuai dengan perintah Allah S.W.T. Dalam surat at taubah ayat 18, Allah S.W.T. berfirman, yang artinya : Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Maka apa yang dikatakan memakmurkan masjid adalah mencakup semua amal ibadah dan ketaatan kepada Allah Ta’ala yang diperintahkan atau dianjurkan dalam Islam untuk dilaksanakan di masjid. Oleh karena itu, tentu saja shalat berjamaah lima waktu di masjid bagi laki-laki adalah termasuk bentuk memakmurkan masjid, bahkan inilah bentuk memakmurkan masjid yang paling utama. (Abdullah Taslim, 2016).
Alasan sholat berjamaah lima waktu di masjid bagi laki-laki ;

1. Surat al baqarah ayat 43, Allah S.W.T. berfirman ;
Yang artinya : Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.

2. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Yang artinya : “Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada sholat baginya, kecuali bila ada uzur.” (Hr. Abu Daud dan Ibnu Majah. Hadits ini dinilai shahih oleh Syekh al-Albani dalam Misykat al-Mashabih: 1077 dan Irwa’ al-Ghalil no. 551).

3.Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan dalam shahih al-Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Yang artinya : “Demi Zat yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh aku ingin memerintahkan untuk mengumpulkan kayu bakar lalu terkumpul, kemudian memerintahkan untuk sholat dan dikumandangkan azan. Kemudian aku perintah seseorang untuk mengimami sholat, lalu aku pergi melihat orang-orang dan membakar rumah-rumah mereka.” (HR Bukhari dalam Shahihnya, kitab Al Adzan, Bab Wujubu Sholatil Jama’ah, no. 608 dan Muslim dalam hahihnya, kitab Al Masajid wa Mawadhi’ Sholat, Bab Fadhlu Sholatil Jama’ah wa Bayani At Tasydid Fit Takhalluf ‘Anha, no. 1041).

4. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata,
Yang artinya : “Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk sholat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan sholat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah sholat).” (HR Muslim dalam Shahihnya, kitab Al Masajid wa Mawadhi’ Sholat, Bab Yajibu Ityanul Masjid ‘Ala Man Sami’a An Nida’ no. 1044).

5. Hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Yang artinya : Sholat seorang laki-laki dengan berjama’ah akan dilipat-gandakan 25 (dua puluh lima) kali lipat daripada sholat yang dilakukan di rumah dan di pasarnya. Yang demikian itu, apabila seseorang berwudhu’, lalu ia menyempurnakan wudhu’nya, kemudian keluar menuju ke masjid, tidak ada yang mendorongnya untuk keluar menuju masjid kecuali untuk melakukan sholat. Tidaklah ia melangkahkan kakinya, kecuali dengan satu langkah itu derajatnya diangkat, dan dengan langkah itu dihapuskan kesalahannya. Apabila ia sholat dengan berjama’ah, maka Malaikat akan senantiasa bershalawat (berdoa) atasnya, selama ia tetap di tempat sholatnya (dan belum batal). Malaikat akan bershalawat untuknya, ‘Ya Allâh! Berikanlah shalawat kepadanya. Ya Allâh, berikanlah rahmat kepadanya.’ Salah seorang di antara kalian tetap dalam keadaan sholat (mendapatkan pahala sholat) selama ia menunggu datangnya waktu sholat.’(HR. Al-Bukhâri, no. 647; Muslim, no. 649 (272); At-Tirmidzi, no. 603; Ibnu Majah, no. 281 dan Abu Dawud, no. 471).

6. Dalam hadits lain, dari Sahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
Yang artinya : Sholat berjama’ah itu lebih utama 27 (dua puluh tujuh) derajat daripada sholat sendirian. (HR. Al-Bukhâri, no. 645 dan Muslim, no. 650 (249).

7. Dari Anas Radhiyallahu anhu , ia mengatakan bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Yang artinya : Barangsiapa sholat jama’ah dengan ikhlas karena Allâh selama empat puluh hari dengan mendapati takbir pertama (takbiiratul ihram), maka ia dibebaskan dari dua perkara: dibebaskan dari neraka dan dibebaskan dari kemunafikan. ( HR. At-Tirmidzi, no. 241. Lihat Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah, no. 2652).

8. Ibnu Mas’ûd Radhiyallahu anhu pernah berkata:
Yang artinya : Barangsiapa ingin bertemu dengan Allâh di hari kiamat kelak dalam keadaan Muslim, hendaklah ia menjaga sholat lima waktu dimanapun ia diseru kepadanya. Sungguh, Allâh telah mensyari’atkan kepada Nabi kalian , sunnah-sunnah yang merupakan petunjuk. Sholat lima waktu termasuk sunnah-sunnah yang merupakan petunjuk. Seandainya kalian sholat di rumah kalian sebagaimana orang yang tertinggal ini sholat di rumahnya (dia tidak sholat berjama’ah di masjid) niscaya kalian akan meninggalkan sunnah Nabi kalian. Seandainya kalian meninggalkan sunnah-sunnah Nabi kalian, niscaya kalian akan sesat. Dan saya melihat (pada zaman) kami (para Shahabat), tidak ada yang meninggalkan sholat berjama’ah kecuali seorang munafik, yang telah diketahui kemunafikannya.( HR. Muslim, no. 654 (257) kitab al-Masâjid wa Mawâdhi’ ash-Shalâh bab Sholatul Jamâ’ah min Sunanil Huda, Abu Dawud, no. 550; dan an-Nasa-i (II/108-109)).

Inilah alasan mengapa sholat lima waktu yang berjamaah dimasjid wajibnya laki-laki. Maka dirikanlah sholat dan jangan sampai lupa, apa lagi di sengaja.(*)

oleh: Sumarno, SE MSi. (Dosen FEB UPS Tegal).

Dosen luar negeri di FEB

Universitas Pancasakti Tegal terus menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri sebagai komitmen dalam memajukan pendidikan.

FEB UPS TEGAL melalui OCIA (Office Of Cooperation and Internasional Affairs) kedatangan Dosen yang berasal dari India beliau adalah Rahul Bahandari, PGDM, M.Com. Beliau akan memberikan kuliah untuk matakuliah seperti,

  1. Advanced Financial Management
  2. International Human Resources Management

Prodi S1 – Bisnis Digital

Kami dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal baru saja membuka prodi baru yaitu jurusan Bisnis Digital. Secara garis besar ilmu yang akan dipelajari nanti tidak hanya di bidang ekonomi saja, namun dikolaborasikan dengan bidang IT yang harapannya nanti akan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi unggul di bidang digital bisnis.

Beberapa peluang pekerjaan terkait dengan Prodi Bisnis Digital adalah

  1. Digital Entrepreneur
  2. Digital Marketer
  3. Business Creator
  4. Digital Business Researcer
  5. Digital Business Consultant
  6. Educator

Masih banyak bidang pekerjaan lain yang terkait dengan Bisnis Digital , oleh karena itu mari bergabung sekarang juga di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal.