Aplikasi Meresahkan Generasi Milenial di Masa Pandemi

Seperti yang kita ketahui bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) telah menyatakan bahwa Corona Virus Desease 2019 atau Covid-19 telah menyebar di sebagian besar negara-negara di seluruh dunia, termasuk negara Indonesia.

Pandemi ini menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu dan telah menimbulkan korban jiwa, serta kerugian material yang semakin besar. Wabah Covid-19 membuat masyarakat Indonesia khawatir karena banyaknya warga yang terkena dampak penularan virus tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah mengambil dan memberlakukan kebijakan lockdown, PSBB, PPKM, dan seruan di rumah saja sebagai langkah untuk mengurangi atau memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

Di seluruh penjuru Indonesia pembelajaran tingkat TK, SD, SMP, SMA/K sampai mahasiswa/i sudah digantikan dengan program pemerintah yang belajar dirumah saja. Para karyawan yang bekerja sudah digantikan menjadi Work From Home atau WFH.

Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak media massa yang dapat digunakan manusia untuk dijadikan alat dalam berkomunikasi. Istilah media sosial mengacu pada layanan yang dapat dengan mudah diakses melalui jaringan internet.

Pada umumnya fungsi dari media sosial diantaranya untuk berbagi pesan dengan banyak pengguna media sosial itu sendiri, yaitu berupa berita (informasi), gambar (foto) dan juga tautan video dengan berkontribusi dalam konten yang dibuat oleh pengguna, atau bergabung dengan komunitas daring.

Media sosial tidak hanya dapat diakses di perangkat komputer, tetapi dengan adanya aplikasi di smartphone atau telepon pintar, maka semakin memudahkan masyarakat untuk mengakses media sosial secara mobile sehingga dapat diakses kapanpun dan di manapun.

Adanya media sosial di sekitar masyarakat memiliki peran penting untuk mendapatkan informasi apalagi di masa pandemi ini, menjadi media untuk mencari informasi terkait Covid-19, pembelajar, pekerjaan, dan lain sebagainya hingga hiburan sekalipun. Semua hal itu dapat dilihat dan diakses melalui media sosial.

Media sosial memberikan dampak besar bagi kehidupan generasi milenial dan juga mempengaruhi keberfungsian sosialnya di kehidupan nyata, banyak generasi milenial berjuang untuk mempertahankan eksistensinya di media sosial.

Perkembangan media sosial ini membuat generasi milenial sendiri mulanya berlomba-lomba dalam membina komunitas melalui jaringan internet terutama media sosial yang terdiri dari Facebook, Twitter, YouTube, Tiktok, Instagram, WhatsApp, Game Online dan masih banyak lagi.

Di masa pandemi ini, media sosial yang paling menonjol yang sangat populer di kalangan generasi milenial atau biasa disebut sebagai media sosial paling meresahkan adalah aplikasi TikTok dan Shopee.

Media sosial yang tergolong masih baru ini berhasil mendapatkan puluhan ribu unduhan setiap harinya. TikTok menjadikan ponsel pengguna sebagai studio berjalan. Media sosial ini menghadirkan special effects yang menarik dan mudah digunakan sehingga semua orang bisa mencipaakan sebuah video yang keren dengan mudah.

Bertolak belakang dengan TikTok, Shopee menjadikan ponsel pengguna sebagai media belanja online, yang memudahkan pengguna melakukan transaksi jual beli tanpa harus bepergian keluar sehingga kebijakan pemerintah yang telah diberlakukan dapat dilaksanakan dengan baik.

Di tengah pandemi Covid-19, dua aplikasi ini dirasa semakin meresahkan kaum generasi milenial saat ini. Pasalnya penggunaan aplikasi TikTok dan Shopee telah menjadi sebuah rutinitas sehari-hari. Tak heran jika semakin banyak orang menggunakannya selain sebagai media informasi tetapi sebagai hiburan untuk mengurangi rasa kebosanan akibat adanya kebijakan di rumah saja.

Aplikasi TikTok adalah sebuah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok yang diluncurkan pada September 2016. Aplikasi tersebut memperbolehkan penggunanya untuk membuat video music dengan durasi singkat. Konten yang ada didalam aplikasi Tiktok ini mulai dari video musik, komedi, kecantikan, memasak, pendidikan, hingga dance.

TikTok juga membantu jajaran pemerintah, para medis dan influencer untuk mensosialisasikan pesan berupa himbauan maupun ajakan terkait hal-hal mengenai virus corona. Lain halnya dengan media sosial

Shopee yang merupakan aplikasi belanja online paling laris dan paling banyak digunakan di Indonesia.
Selain memberikan manfaat yang sangat banyak ternyata dua aplikasi media sosial tersebut memiliki hubungan mutualisme yang sangat berpengaruh besar untuk berkembang pesat.

Bisa dilihat dari saat Shopee meminta untuk dipromosikan di dalam media sosial TikTok maka akan semakin banyak pengguna khususnya generasi milenial yang menjadi konten creator yang memuncul tagar atau hastag seperti #racuntiktok #racunshopee yang kemudian para pengguna TikTok tersebut beralih untuk membeli barang-barang yang dirasa ingin dibelinya.

Hal inilah yang bisa meningkatkan penjualan dalam Shopee, apalagi jika barang yang dibutuhkan maupun diinginkan oleh pembeli memiliki kualitas yang baik setelah sampai dirumah maka akan semakin menambah rating penilaian dalam media sosial tersebut.

Di samping memiliki banyak mafaat ternyata kedua media sosial tersebut masih memiliki efek negatif sebagai kekurangannya, sebut saja TikTok dalam hal ini terkadang masih banyak penyalahgunaan dalam penggunaan aplikasi tersebut walaupun pihak dari TikTok sudah berusaha memblokir akun-akun maupun video yang menyebaran hoax, mengandung unsur SARA, dan lain sebagainya, akan tetapi karena banyaknya pengguna yang setiap harinya bertambah semakin membuat kewalahan dalam hal ini, yang lebih parah lagi jika pengguna masih dibawah umur yang belum bisa membedakan dan menyaring informasi yang ada maka akan berdampak buruk.

Walaupun pihak TikTok juga sudah membuat batasan umur dalam aplikasi, tetapi bisa saja data umur dimanipulasi.

Berbeda dengan Shopee yang menuju kata sempurna sebagai aplikasi belanja online, karena para pengguna merasa lebih mudah dalam mengoperasikan aplikasi belanja online Shopee dibanding dengan aplikasi yang lain, selain itu barang-barang yang disediakan juga hampir semuanya ada. Dengan program gratis ongkir dan pengriman yang cepatpun menjadi nilai plus dalam hal ini.

Dengan adanya fenomena media sosial yang paling meresahkan dan sangat viral tersebut, mengubah perilaku generasi milenial saat ini yang serba dan sangat bergantung terhadap kedua media sosial tersebut.

Bisa dilihat saja generasi milenia yang suka sekali bermain bersama teman pergi kesana kemari untuk menghilangkan rasa bosan kemudian tiba-tiba saja diam dirumah dan tidak memiliki kegiatan apapun selain “rebahan”, dengan adanya TikTok maka mereka merasa akan adanya hiburan sebagai obat dari rasa jenuh dan bosan yang mereka rasakan, apalagi jika konten-konten yang mereka lihat memiliki kualitas informasi maupun komedi hiburan yang menarik, apalagi jika yang mereka lihat tersebut bisa memunculkan kemauan dan kreatifitas dalam diri generasi milenial untuk bisa memanfaatkan kesempatan tersebut menjadi konten creator TikTok yang bisa menghasilkan penghasilan yang bisa dibilang lumayan untuk uang jajan tambahan.

Di samping itu, Shopee juga mengubah kebiasaan generasi milenial yang sebelum ada pandemi yang biasanya seorang mahasiswa membeli buku di toko buku secara langsung, sekarang beralih membeli secara online karna adanya aplikasi Shopee yang dirasa lebih mudah dan bahkan lebih murah.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasasan generasi muda memberikan slogan “meresahkan” untuk kedua aplikasi tersebut yang artinya mereka sangat menyukai dan merasakan kenyamanan dengan penggunaan kedua aplikasi tersebut yang diharapkan dapat selalu meningkatkan mutu dan kualitas.

Oleh: Yusrina Faradiana (Mahasiswa FEB UPS Tegal)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + 4 =