Penekanan E-commerce di Masa Pandemi Guna Laju Perputaran Perekonomian

Oleh: Widiah Wati Mulyana

(Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal)

 

DATANGNYA virus covid19 di seluruh negara, mengguncangkan berbagai seluruh sektor seperti sektor kesehatan, perekonomian, pendidikan dan lain-lain.

Seperti yang kita ketahui dan kita lihat dampaknya dari berita atau lingkungan sekitar, adanya sistem lockdown yang panjang membuat berhentinya aktifitas masyarakat. Ditambah lagi bencana alam yang sedang melanda beberapa negara,hal ini mempersulit masyarakat untuk beraktifitas seperti biasa.

Sedangkan masyarakat harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya.

P

ada awal masa pandemi datang, pemerintahan kebingungan untuk mengatasinya. Seiring berjalannya waktu, pemerintah mulai bisa mangatasi beberapa sektor agar masyarakat dapat beraktifitas walau dengan keterbatasan tertentu.

Misalnya dalam sektor pendidikan dengan melalui sistem daring, pelajar atau mahasiswa dituntut untuk belajar dari rumah. Ada pula dampak yg begitu besar yaitu di perekonomian, awal kebijakan lockdown membuat masyarakat harus bekerja dari rumah.

Dan untuk perusahaan berimbas keterhambatannya pada sistem produksi suatu barang, dan sepinya pembeli pada awal masa pandemi hal ini membuat pihak perusahaan banyak yg memPHK karyawannya dengan alasan kebijakan tersebut. Banyak pedagang yg mengaku penghasilannya turun dratis karena masyarakat banyak menghemat pengeluarannya.

Alhasil masyarakat di tuntut untuk putar otak agar mendapatkan penghasilan. Dengan adanya sosial media masyarakat dapat menjual barang dagangannya melalui internet di dorong dengan adanya applikasi yang memudahan masyarakat yang sering kita sebut dengan e-commerce.

A

da beberapa apps e-commerce yang kita ketahui di indonesia seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak,dll. Aplikasi tersebut menyediakan jasa untuk jual beli melalui internet, mereka berlomba lomba memberikan fitur yang memanjakan untuk si pembeli dan penjual mempermudah dalam bertransaksi.

Hal ini membuat para pedagang berpindah ke e-commerce tidak terkecuali beberapa mall, toko, dan restoran.

Di masa pandemi ini e-commerce sangat menarik minat konsumen untuk berbelanjan, karena masyarakat lebih banyak menggunakan internet dalam beraktifitas.

H

al ini mendorong meningkatnya konsumen untuk berbelanja di e-commerce. Sistem seperti inilah yang akan sangat membantu perekonomian, karena pada selama masa pandemi, perekonomian yang telah merosot sangat jauh.

Pemerintahan itu sendiri telah melirik para pengusaha di e-commerce sebagai solusi pencegahan merosotnya perekenomian. Dalam hal ini pemerintah harus mendukung untuk para pengusaha e-commerce agar meningkat dari sebelumnya.

N

amun tidak dapat di pungkiri adanya e-commerce salah satu bentuk pendorong kemajuan digital, hal ini pasti akan berdampak dalam jangka waktu yang lama. Apalagi tidak dapat kita ketahui kapan pandemi ini akan berakhir.

Untuk mengantisipasi pemerintah harus menaruh perhatian khusus pada para pelaku e-commerce. Dan masyarakarat harus mempersiapkan segala ketentuan yang akan terjadi akan dampaknya dari e-commerce itu sendiri baik dampak yang baik maupun dampak buruk di kemudian hari.